Staf BAPPEDA Pemerintah Kota Malang Memakai Batik Tulis Bunga Kantil Bunulrejo

Bunulrejo, 22 Februari 2020

Batik Tulis Bunulrejo boleh dibilang pendatang baru dijagad perbatikkan Kota Malang, tetapi bila mencari lebih jauh perjalanan sejarah Bunulrejo itu mungkin bisa sedikit terpatahkan bahwa tradisi membatik itu sudah sejak lama ada meski tidak dalam area kain batik secara khusus, karena dinamika pembatik di Bunulrejo ternyata sudah berjalan sebelum ini digelorakan oleh rekan-rekan Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo.

Kami Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo memang yang beride kreatif memunculkan konsep wisata tematik Bunulrejo yang bertujuan untuk membangun sebuah ekosistem kreatif, dan ini terbukti dari proses menggali beberapa pembatik berkembang 25 orang lebih pembatik tulis di berbagai RW di Kelurahan Bunulrejo, jumlah pembatik ini insyallah akan terus berkembang. Sebuah kebahagian bisa mendorong sebuah ekosistem ekonomi kreatif, karena sebuah konsep sebagus apapun adalah peran Mbois People (sebutan keren masyarakat Bunulrejo) itu sendiri yang mengisi cerita dan kreativitas dalam bingkai wisata tematik Bunulrejo.

Nah tentu Mbois People ingin tahu bagaimana muncul bunga kantil sebagai icon batik tulis Bunulrejo, ide muncul ini tentu adalah proses menggali dari semangat memperkuat konsep wisata tematik Bunulrejo. Muncul ini adalah dari diskusi kesekian kalinya dengan beberapa pembatik pada bulan september 2019 ketika selesainya kursus bahasa inggris warga atau KBIB (KLub Bahasa Inggris Bunulrejo) pada malam hari di kantor kelurahan Bunulrejo.

Dalam diskusi yang kami Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo prakarsai ini hadir beberapa pihak dan pembatik yaitu Dra. Yuke Siswanti, M.Si selaku Lurah Bunulrejo, Bu Yustin dari RW 14, Bu Yossy dari RW 12, Bu Nany dari RW 02, Bu Rini dari RW 12 dan juga Pak Siswantoro selaku pengajar kursus bahasa inggris (Dosesn Diploma Kepariwisataan Universitas Merdeka Malang) dan tentunya saya ketua Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo yang memimpin jalan diskusi terkait memperkuat konsep Batik Bunulrejo.

Diskusi yang menarik, tercipta beberapa ide, salah satunya adalah ciri khas bunga kantil, yang diusulkan oleh bu Yustin dan Bu Yossy, kemudian bu Yossy langsung menggambarkan bentuk bunga Kantil dengan menggambarkan nya dikertas HVS, nah jadilah seperti dibawah ini, tema dan ciri khas motif batik tulis Bunulrejo :


ciri khas motif batik tulis Bunulrejo

Diskusi yang gayeng dan konstruktif ini seperti mengalir dengan deras, semangat 45 tentunya yang menjadi penghabis waktu sampai jam 22.20 diskusi ini dilakukan, nah yang lebih menggembirakan adalah pak Siswantoro memberikan ide memperkuat sebuah filosofi Batik Tulis Kantil Bunulrejo yaitu Mbois Kantil.

Filosofi Batik Tulis Bunga Kantil Bunulrejo :

*Mbois kantil*

Mbonol Istimewa Kanti Lestari

Terjemahan bebas:
*Kelurahan Bunulrejo yang memiliki keistimewaan abadi*

Bunulrejo Mbois
MBois = Mbonol Is Culture

 

Bagaimana Mbois People ini sebuah cerita Batik Kantil Bunulrejo, mengisi kreativitas ini adalah tugas kita bersama, dari kita untuk kita semua ya Mbois People.

 

Redaksi
Andri Wiwanto (Ketua Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo)

Filosofi dan Ciri Khas Motif Batik Bunga Kantil Bunulrejo : Mbois Kantil – Mbonol Istimewa Kanti Lestari (Terjemahan bebas : Kelurahan Bunulrejo Yang Memiliki Keistimewaan Abadi)

Bunulrejo, 22 Februari 2020

Batik Tulis Bunulrejo boleh dibilang pendatang baru dijagad perbatikkan Kota Malang, tetapi bila mencari lebih jauh perjalanan sejarah Bunulrejo itu mungkin bisa sedikit terpatahkan, karena dinamika pembatik di Bunulrejo ternyata sudah berjalan sebelum ini digelorakan oleh rekan-rekan Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo.

Kami Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo memang yang beride kreatif memunculkan konsep wisata tematik Bunulrejo yang bertujuan untuk membangun sebuah ekosistem kreatif, dan ini terbukti dari proses menggali beberapa pembatik berkembang 20 orang lebih pembatik tulis di Bunulrejo. Sebuah kebahagian bisa mendorong sebuah ekosistem ekonomi kreatif, karena sebuah konsep sebagus apapun adalah peran Mbois People (sebutan keren masyarakat Bunulrejo) itu sendiri yang mengisi cerita dan kreativitas dalam bingkai wisata tematik Bunulrejo.

Nah tentu Mbois People ingin tahu bagaimana muncul bunga kantil sebagai icon batik tulis Bunulrejo, ide muncul ini tentu adalah proses menggali dari semangat memperkuat konsep wisata tematik Bunulrejo. Muncul ini adalah dari diskusi kesekian kalinya dengan beberapa pembatik pada bulan september ketika selesainya kursus bahasa inggris warga atau KBIB (KLub Bahasa Inggris Bunulrejo) pada malam hari di kantor kelurahan Bunulrejo.

Dalam diskusi yang kami Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo prakarsai ini hadir beberapa pembatik yaitu Bu Yustin dari RW 14, Bu Yossy dari RW 12, Bu Rini dari RW 12 dan juga Pak Siswantoro selaku pengajar kursus bahasa inggris (Dosesn Diploma Kepariwisataan Universitas Merdeka Malang) dan tentunya saya ketua Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo yang memimpin jalan diskusi terkait memperkuat konsep Batik Bunulrejo.

Diskusi yang menarik, tercipta beberapa ide, salah satunya adalah ciri khas bunga kantil, yang diusulkan oleh bu Yustin dan Yossy, kemudian bu Yossy langsung menggambarkan bentuk bunga Kantil dengan menggambarkan nya dikertas HVS, nah jadilah seperti dibawah ini, tema dan ciri khas motif batik tulis Bunulrejo :


ciri khas motif batik tulis Bunulrejo

Diskusi yang gayeng dan konstruktif ini seperti mengalir dengan deras, semangat 45 tentunya yang menjadi penghabis waktu sampai jam 22.20 diskusi ini dilakukan, nah yang lebih menggembirakan adalah pak Siswantoro memberikan ide memperkuat sebuah filosofi Batik Tulis Kantil Bunulrejo yaitu Mbois Kantil.
Filosofi Batik Tulis Bunga Kantil Bunulrejo

*Mbois kantil*

Mbonol Istimewa Kanti Lestari

Terjemahan bebas:
*Kelurahan Bunulrejo yang memiliki keistimewaan abadi*

Bunulrejo Mbois
MBois = Mbonol Is Culture

 

Bagaimana Mbois People ini sebuah cerita Batik Kantil Bunulrejo, mengisi kreativitas ini adalah tugas kita bersama, dari kita untuk kita semua ya Mbois People.

 

Redaksi
Andri Wiwanto (Ketua Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo)

BANK POPOK DIAPERS (Mendayagunakan Limbah Diapers) Program Pokja Kampung KB Mbois Kelurahan Bunulrejo – Gerakan Menabung Air, Sinergi Lingkungan & Sanitasi

BANK POPOK DIAPERS ( Mendayagunakan Limbah Diapers) Program Pokja Kampung KB Mbois Kelurahan Bunulrejo – Gerakan Menabung Air, Sinergi Lingkungan & Sanitasi

Bunulrejo, 20 Februari 2020

Tujuan Launching Bank Popok Diapers dapat kami jabarkan lebih dari sebuah program, tetapi sebuah gerakan Sinergi Lingkungan.

Agenda ini merupakan rangkaian acara program Pokja Kampung Keluarga Berencana Mbois Kelurahan Bunulrejo, dengan mengangkat tema “Gerakan Menabung Air, Sinergi Lingkungan & Sanitasi”, sehingga menjadi penting bagaimana penanganan limbah rumah tangga khususnya popok atau Diapers.

Bila mencermati mengapa limbah popok ini perlu penanganan serius, Karena sifat kebutuhan primer keluarga, dan bahan dari popok Diapers sendiri itu tidak mudah terurai yang juga mengandung bahan kimia, sehingga perlu penanganan serius terkait efek neatif terhadap sanitasi lingkungan.

Hal teknis perlu diperhatikan, bila balita usia 0-1 tahun itu secara data empiris di Puskesmas Polowijen dalam 1 hari membutuhkan rata-rata 10 popok per hari, sehingga di jumlah secara total 1 kelurahan saja, akan menghasil limbah popok atau Diapers cukup besar.

Kemudian bila dikalkulasikan dalam 1 bulan, kebutuhan rata-rata biaya yang dikeluarkan oleh 1 keluarga dengan usia balita 0-5 tahun itu mengeluarkan uang Rp. 300.000,- / bulan. Tentu valuasi ini menunjukkan sebuah angka yang cukup besar, perlu perhatian secara khusus untuk menangani dalam pendekatan lingkup keluarga. Sehingga diperlukan metode penanganan limbah popok Diapers ini tidak sampai ke TPS atau TPA, dan kalau kita melakukan kalkulasi dalam 1 kota Malang akan memberikan dampak solusi lingkungan yang luar biasa bila metode bank popok Diapers ini dilakukan banyak replikasi dibanyak kelurahan di kota Malang.

Bergerak dari inspirasi Puskesmas Polowijen yang telah bergerak dalam 3 tahun ini dalam pola penanganan limbah itu, saya selaku ketua Pokja Kampung KB Mbois Bunulrejo melakukan audiensi kepada ibu dr. Lisna selaku kepala UPT Puskesmas Polowijen untuk arahan konstruktif dan prespektif untuk perbaikan program, maka kami Pokja Kampung KB Mbois Bunulrejo mendirikan konsep Bank Pokok Diapers, dalam teknis pelaksanaan kami akan berkerja kreatif dengan UPT Puskesmas Kendalkerep.

Mbois People Bunulrejo ini adalah makna sebuah kolaborasi stakeholder yang bergerak dari ide bootom up, sehingga kata kunci peran serta masyarakat terlibat dalam penanganan lingkungan akan muncul dengan kesadaran individu mandiri, tentu kerja bersama ini akan menjadi motor penggerak kreativitas yang Mbois.

Dalam konsep program Kampung KB ada peranan Lintas Sektor yang begitu besar bagi perkembangan program Pokja Kampung KB Mbois Bunulrejo, atau kalau kita mengacu kepada apa yang sering kemukakan dalam berbagai forum oleh bapak Drs. H. Sutiaji Walikota Malang terkait konsep pentahelix yaitu peranan semua stakeholder (pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha, dan media bersatu) dapat terlibat dalam sebuah peranan konstruktif program kemasyarakatan, sehingga kesimpulan Bunulrejo MBois itu dapat menjawab peranan Lintas Sektor dan Pentahelix yaitu program ini ada dukungan penuh Universitas Merdeka Malang, Perumda Tugu Tirta Kota Malang, dan tentu media Malang Post yang selalu support kami dikelurahan Bunulrejo.

Bagaimana Mbois People Bunulrejo – Semua untuk Bunulrejo – Ayo Mbois People Bunulrejo bergerak kreatif

Bunulrejo Mbois

Mbois = Mbonol Is Culture

 

Pokja Kampung KB Mbois Kelurahan Bunulrejo

Andri Wiwanto, ST., MM

Ketua

#bankpopokkampungkbmboisbunulrejo #bunulrejombois #mbonolisculture

Survei Pembangunan Sumur Injeksi RT 4 RW 19 Kelurahan Bunulrejo oleh Jurusan Teknik Sipil Universitas Merdeka Malang Dalam Mendukung Program Kampung KB Mbois Kelurahan Bunulrejo

Survei Pembangunan Sumur Injeksi RT 4 RW 19 Kelurahan Bunulrejo oleh Jurusan Teknik Sipil Universitas Merdeka Malang Dalam Mendukung Program Kampung KB Mbois Kelurahan Bunulrejo

Bunulrejo, 19 Februari 2020

Pembangunan Sumur Injeksi ini merupakan program Kampung KB Mbois Kelurahan Bunulrejo, perwujudan pengembangan lintas sektor dalam mendukung kondisi sehat lingkungan yang berkelanjutan. Sehingga pembangunan sumur injeksi ini merupakan titik sinergi mendorong terlibatnya aktif masyarakat, kelembagaan kelurahan dan stakeholder dikota Malang menjadi penting dalam mendukung program kampung KB Mbois Bunulrejo.

Pembangunan sumur injeksi didukung oleh Jurusan Teknik Sipil Universitas Merdeka Malang yang memberikan supervisi terkait kajian, pengembangan, dan pembangunan. Dukungan nyata secara akademis ini dapat memberikan penyebaran dan peruntukan sumur injeksi ini menjadi maksimal sesuai dengan kebutuhan lingkungan kelurahan Bunulrejo. Jurusan Teknik Sipil Universitas Merdeka Malang dengan spirit pengabdian masyarakatnya akan memberikan sumbangsih dalam penataan lingkungan kawasan.


Survei ini dipimpin oleh bapak Rizki Prasetiya, ST., MT selaku sekretaris Jurusan Teknik Sipil Universitas Merdeka Malang dan sejumlah mahasiswa. Titik lokasi yang dipilih untuk segera dibangun pertama ini adalah jalan Tariku RT 4 RW 19 Kelurahan Bunulrejo. Karena kondisi bila hujan cukup deras dengan durasi cukup lama akan terjadi genangan banjir, dan tentunya membutuh sumur injeksi berdasarkan usulan warga.

Secara teknik sumur injek nanti segara dibangun dalam minggu depan sudah dimulai yaitu dengan spesifikasi 2x2x2, tinggi ini adalah kedalaman 2 meter, sesuai tampak di foto ketika titik lokasi maka akan dibangun di median jalan, karena memang terdampak genangan banjir wilayah ketika hujan volume tinggi.


Tentu sumur injeksi ini tidak hanya di RW 19, nanti akan dilakukan kajian akademis oleh jurusan Teknik Sipil terkait kebutuhan dan kondisi layak untuk pembangunan sumur injeksi dilokasi lain di wilayah kelurahan Bunulrejo.

@sosp3ap2kb_kotamalang
@humaskotamalang
@unmermlg
@pdamkotamalang
@siswantiyuke

Mbois People Bunulrejo, ayo kita terus berkrevitas untuk lingkungan.

 

Kampung KB Mbois Bunulrejo
Bunulrejo Mbois
Mbois = Mbonol Is Culture

 

Redaksi : Andri Wiwanto, ST., MM
Ketua Pokja Kampung KB Mbois Bunulrejo

Pembangunan Sumur Injeksi/ Resapan & Biopori – Gerakan Menabung Air, Sinergi Lingkungan dan Sanitasi – Pogram Kampung Keluarga Berencana (KB) Mbois Kelurahan Bunulrejo, Dibawah Binaan Universitas Merdeka Malang

Pembangunan Sumur Resapan & Biopori – Gerakan Menabung Air, Sinergi Lingkungan dan Sanitasi – Pogram Kampung Keluarga Berencana (KB) Mbois Kelurahan Bunulrejo, Dibawah Binaan Universitas Merdeka Malang

 

Bunulrejo, 17 Februari 2020

 

Program Bunulrejo Manajemen Tata Kelola Air & Gerakan Menabung Air Peduli Lingkungan

Program kampung KB mengamanatkan bahwa lingkungan menjadi titik point fungsi pengembangan lingkungan Pokja Kampung KB Mbois Kelurahan Bunulrejo yang termaktub dalam program Kependudukan, KB dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Sehingga titik point itu menjadi fokus kami dalam tagline Pokja Kampung KB Mbois Kelurahan Bunulrejo yang bertujuan selain menguatkan sisi kepersertaan KB tentu lingkungan yang baik dan sehat merupakan pendukung utama dalam menciptakan keluarga kecil berkualitas.

Program Bunulrejo Manajemen Tata Kelola Air & Gerakan Menabung Air Peduli Lingkungan ini tercetus karena berdasarkan diskusi kegiatan MMD (Musyawarah Masyarakat Desa) Pokja Kampung KB Mbois Bunulrejo yang telah kami laksanakan pada tahun 2019, beberapa hal terkait lingkungan yang kami diskusikan dengan warga dan perangkat RW di wilayah Bunulrejo, salah satu utama perlu dipecahkan adalah terkait lingkungan yang terjadi beberapa wilayah jika hujan akan terjadi banjir atau genangan air.

 

Tujuan Program

Program ini menjadi pondasi awal bagi kepengurusan Pokja Kampung KB Mbois Kelurahan Bunulrejo yang telah resmi menerika SK, sehingga tujuan program ini adalah :

  1. Amanat Peraturan Pemerintah No 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana dan Sistem Informasi Keluarga. Dalam PP disebutkan delapan fungsi keluarga meliputi (1) fungsi keagamaan, (2) fungsi social budaya, (3) fungsi cinta kasih, (4) fungsi perlindungan, (5) fungsi reproduksi, (6) fungsi sosialisasi dan pendidikan, (7) fungsi ekonomi dan (8) fungsi pembinaan lingkungan.
  2. Daerah Aliran Sungai (DAS), Kawasan Miskin Perkotan, Tingkat Kepadatan Penduduk Tinggi merupakan mengapa Kampung KB Mbois Bunulrejo menjadi percontohan, sehingga program ini merupakan titik awal dalam implementasi program.
  3. Fakta di lapangan, masyarakat masih kekurangan informasi terkait program KB, sehingga perlu sosialisasi dan pendekatan edukatif.
  4. Peresmian Kampung KB Mbois Kelurahan Bunulrejo
  5. Membangun gerakan Menabung Air Peduli Lingkungan, dengan manajemen tata kelola air hujan.
  6. Membangkitkan penghijauan dengan konsep Bunulrejo menjadi taman buah dan sayur sebagai refleksi Bunulrejo 1085 tahun yang lalu, sehingga tercipta konsep wisata tematik kelurahan Bunulrejo.

 

Rangkaian Acara

Program Bunulrejo Manajemen Tata Kelola Air & Gerakan Menabung Air Peduli Lingkungan ini menghadirkan rangkaian acara yang menarik bagi promosi gerakan peduli lingkungan.

  1. Pembangunan 21 Sumur Resapan di 21 RW di Kelurahan Bunulrejo.
  2. 1085 titik sumur Biopori
  3. 10.000 Penanaman bibit pohon buah-buahan
  4. MOU Hutan Kampung Edukasi SD Negeri 3 Bunulrejo
  5. Launching Kampung KB Mbois Bunulrejo.

Rangkaian acara diatas adalah sebuah kampanye lingkungan yang menarik, dapat memberikan edukasi secara maksimal kepada masyarakat.

 

Output Acara

Output yang diharapkan dari acara ini adalah :

  1. Terciptakan kolaborasi atau kerja sama dari semua pihak terkait merupakan kunci keberhasilan dalam pelaksanaan Kampung KB
  2. terintegrasinya program pembangunan dari seluruh lintas sektor, sehingga lingkup kegiatan kampung KB tidak hanya fokus pada kegiatan program KKBPK saja, melainkan ada kegiatan kesehatan reproduksi, ketahanan dan pemberdayaan keluarga, pembangunan permukiman, pendidikan, hingga peningkatan sosial ekonomi masyarakat.
  3. Mendorong lima faktor utama keberhasilan Kampung KB, yakni komitmen kuat dari pemangku kebijakan di semua tingkatan, integrasi lintas sektor, optimalisasi fasilitas dan dukungan mitra kerja, semangat dan dedikasi pengelola kampung KB, termasuk petugas lini lapangan KB dan partisipasi masyarakat.
  4. Universitas Merdeka Malang merupakan altualisasi lintas seoktor yang memperkuat Kampung KB Mbois Bunulrejo, dapat menjadi pembina kampung KB, sehingga terus memberikan mentoring program-program kemasyarakatan dapat terus secara berjalan dan bermanfaat.

Harapan kami  terselenggaranya agenda ini adalah semakin meningkatnya kreativitas warga yang peduli terhadap kepersetaan KB, peduli lingkungan, dan kreativtas dalam ekonomi dalam wisata tematik kelurahan Bunulrejo.

Bunulrejo Mbois

Mbois = Mbonol Is Culture

 

Redaksi :

Andri Wiwanto, ST., MM

Ketua Kampung KB Mbois Kelurahan Bunulrejo

Penguatan Kelembagaan IKM Perajin Batik Tulis Bunga Kantil Kelurahan Bunulrejo oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Dikopindag) Kota Malang

Penguatan Kelembagaan IKM Perajin Batik Tulis Bunga Kantil Kelurahan Bunulrejo oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Dikopindag) Kota Malang


Bunulrejo, 13 Februari 2020

Alhamdulillah menjadi kebanggaan mendapatkan kepercayaan dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Dikopindag) Kota Malang telah memberikan materi penguatan industri batik tulis Bunulrejo.

Kepercayaan ini tidak mudah, meski dalam hal waktu dan pengalaman batik tulis bunga kantil Bunulrejo tergolong pendatang baru, tetapi dengan semangat dan kebersamaan pembatik di kelurahan Bunulrejo akan terus meningkat kan kapasitas dan kemampuan skill sehingga menghasilkan kan produk batik yang berkualitas.

(Foto :bapak Wahyu Setianto selaku kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Dikopindag) Kota Malang)

Acara ini dibuka dan sambutan oleh bapak Wahyu Setianto selaku kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Dikopindag) Kota Malang. Dalam sambutannya beliau memberikan apresiasi terhadap semangat ibu,-ibu pembatik tulis bunga kantil Bunulrejo, dan acara ini menurut beliau merupakan sebuah inisiasi dari dinas unt mendorong tumbuhnya industri kreatif di kota Malang, dan Bunulrejo termausk daerah yang peka dan bersemangat untuk kreativitas.

Setelah dibuka dan sambutan oleh kepala dinas dilanjutkan foto bersama bapak kepala dinas dan staf bersama peserta workshop, yang kemudian dacara dilanjutkan dengan materi yang disampaikan bapak Fahmi Fauzan Az selaku kepala bidang perindustrian Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Dikopindag) Kota Malang, materi ini diberikan sampai akhir acara. Kemudian di sela acara bapak Muarib camat Blimbing memberikan sambutan juga.

Di akhir acara, Alhamdulillah saya selaku ketua karang taruna diberikan kesempatan menyampaikan beberapa hal, bahwa saya sampaikan ini adalah sebuah proses kreativitas, yang pada tahun lalu karang Taruna Setya Karya Bunulrejo mengadakan w acara besar yaitu flashmob Tari Bapang (menggali budaya) dan Bunulrejo Batik Carnival (produk budaya) sehingga ke acara tersebut adalah sebuah proses dan khusus nya batik yang menjadi produk budaya Bunulrejo. Sehingga ini perlu spirit bersama unt terus mengembangkan nya. Acara ini merupakan sbeuah support yang luar biasa dalam membina perajin batik Bunulrejo, sehingga pembatik Bunulrejo akan terus bergerak dalam kreativitas untuk menghasilkan produk yang Mbois dan ekosistem industri batik ini terus tumbuh berkembang.

Terima kasih
Pak Wahyu Setianto
Pak Fahmi Fauzan
Pak Muarib
Bu Yuke Siswanti
Staf Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang (Dikopindag)

Bunulrejo Mbois
Mbois (Mbonol Is Culture)

Redaksi :
Andri Wiwanto
Ketua Karang Taruna Kelurahan Bunulrejo

 

Foto-foto lain :

 

Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo Akan Punya COWORKING SPACE, Ruang Kreatif Bunulrejo ??

Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo Akan Punya COWORKING SPACE, Ruang Kreatif Bunulrejo ??

Bunulrejo, 3 Februari 2020

Mencermati judul diatas tentu menarik, mengapa ada Coworking Space di Kelurahan Bunulrejo yang rencana dalam beberapa bulan ke depan akan dibangun. Mbois People tentu perlu buka-buka Mbah Google, Kami Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo pernah selenggarakan Seminar Kajian Wisata Tematik Bunulrejo di tahun 2018 dan 2 event besar Flashmob Tari Bapang dan Batik Fashion Carnival pada bulan oktober dan November 2019.

 

Tentu membuat sebuah ide, menuangkan dalam bentuk rencana kerja dan proposal kemudian mengaplikasikan dalam sebuah action menjadi tantangan tersendiri bagi kami Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo. 2 event besar Flashmob Tari Bapang dan Batik Fashion Carnival ini memberikan output yang keren menurut kami ada adalah :

  1. Flashmob Tari Bapang mempunyai output menggali budaya Bunulrejo, melalui tari Bapang.
  2. Batik Fashion Carnival mempunyai output membuat produk budaya, melalui Batik Tulis Bunga Kantil Bunulrejo.

Dalam tari bapang saja, ada +/- 1.000 orang warga yang berlatih tari bapang dan perform menari kolosal dalam acara flahsmob Tari Bapang dan juga sudah ada pembatik atau perajin batik tulis berjumlah hampir 20 orang lebih dan akan terus bertambah. Batik sendiri merupakan bagian dari ekonomi kreatif, sehingga akan kita bahas Ekonomi Kreatif dan Coworking Space dibawah ini dalam 2 alenia, sehingga Mbois People akan paham apa itu tujuan membentuk ekosisitem kreatif.

Ekonomi kreatif

Istilah “Ekonomi Kreatif” mulai dikenal secara global sejak munculnya buku “The Creative Economy: How People Make Money from Ideas” (2001) oleh John Howkins. Howkins menyadari lahirnya gelombang ekonomi baru berbasis kreativitas setelah melihat pada tahun 1997 Amerika Serikat menghasilkan produk-produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI) senilai 414 Miliar Dollar yang menjadikan HKI ekspor nomor 1 Amerika Serikat. Howkins dengan ringkas mendefinisikan Ekonomi Kreatif

Jenis-jenis Ekonomi Kreatif di Indonesia

Ekonomi kreatif juga memiliki beberapa jenis bisnisnya, berdasarkan buku “Pengembangan Industri Kreatif Indonesia 2025” yang di terbitkan oleh Departemen Perdagangan Republik Indonesia, yaitu :

1.      Periklanan

2.       Arsitektur

3.       Pasar barang seni

4.       Kerajinan Tangan (handicraft)

5.       Kuliner

6.       Design

7.       Fashion

8.       Film, video dan fotografi

9.       Musik

10.   Seni pertunjukan

11.   Penerbitan dan percetakan

12.   Layanan komputer dan perangkat lunak

13.   Radio dan televisi

14.   Riset dan pengembangan

 

Coworking Space (Ruang Bersama) ?

Ruang kerja baru dimana pengguna bekerja dengan orang-orang lain dari perusahaan/organisasi yang berbeda di satu tempat. Coworking space berasal dari bahasa Inggris yang berarti ruang yang digunakan untuk bekerja, menghasilkan karya secara bekerja sama baik antar individu maupun perusahaan yang memiliki latar usaha berbeda.

Co-working space mengedepankan konsep sharing atau berbagi. Dalam satu ruangan terdapat berbagai individu, komunitas, maupun perusahaan, khususnya start-up. Biasanya terdapat satu ruangan terbuka untuk digunakan bersama dan ruangan-ruangan kecil yang dapat disewa per individu atau per komunitas atau perusahaan.

(Sumber Artiketl : https://voffice.co.id/jakarta-virtual-office/business-tips/what-is-coworking-space/)

(Foto atas : Drs. Heri Sunarko M.Si sekalu kepala bidang Ekonomi Kreatif Disporapar Kota Malang)

Coworking Space yang rencana akan dibangun di Kantor Kelurahan Bunulrejo sebuah tantangan yang menarik dan tidak mudah, mengajak generasi muda untuk tampil kreatif bila dibangun diarea lingkungan Universitas yang banyak berdiri Coworking Space itu menjadi mudah karena dinamika terbentuk oleh mahasiswa yang paham akan sebuah konsep ekonomi kraetif, tetapi bila dibangun dilingkungan kelurahan, tentu sebuah tantangan bagi stakeholder kelurahan Bunulrejo untuk bersinergi gelorakan semangat kreativitas. Berdasarkan data rata-rata hanya 5% Mahasiswa ber-KTP Kota Malang yang kuliah di Universitas terkemuka di Kota Malang, ini menjadi sebuah tantangan Coworking Space untuk memberikan ruang kreatif bagi berdirinya start-up sehingga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat kelurahan Bunulrejo, tentu Mbois People harus mengisi kondisi ini.

Berkaitan dengan pembangunan Coworking Space  kami tentu harus berjalan dengan dukungan semua stakeholder terkait, terutama dari Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Periwisata Kota Malang yang pada pagi hari melakukakn kunjungan ke kantor Kelurahan Bunulrejo yang dalam hal ini dihadiri oleh Drs. Heri Sunarko M.Si sekalu kepala bidang Ekonomi Kreatif Disporapar Kota Malang. Beliau melakukan survei terkait rencana pembangunan Coworking Space di Kantor Kelurahan Bunulrejo, dalam survei ini diterima oleh Sekretaris Kelurahan Bunulrejo Yohanes Johan Widyatmoko, S.Kom dan Ketua Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo Andri Wiwanto.

Pembangunan Coworking Space ini merupakan usulan ide kreatif kami  Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo, dan alhamdulillah diberikan dukungan penuh Dinas Kepemudaan, Olah Raga dan Pariwisata Kota Malang, selain itu dalam diskusi singkat survei ini, pak Heri Sunarko mengemukakan nanti juga akan dispuurt oleh PT. Telkom, Tbk dan Universitas Merdeka Malang.

 

Kemudian bagaimana nanti tampilan, Isi, dan detail Coworking Space di Kantor Kelurahan Bunulrejo, ditunggu info selanjutnya Mbois People. !!

 

Nah sekarang yang jadi pertanyaan adalah bagaiman Mbois Peeple atau generasi muda kelurahan Bunulrejo, masih hanya mau nyinir di medsos, apatis terhadap kreativitas, hanya Cuma main-main….ayo kembangkan

.
Penulis: Andri Wiwanto, ST., MM (Ketua Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo)
Editor: AW1

 

Foto-Foto lain :

 

Diskusi Menulis Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo

Karang Taruna Kelurahan Bunulrejo Kota Malang mulai membudaykan belajar menulis untuk kaum muda di Kantor Kelurahan. (31 Januari 2020 , 19.00 wib-21.00)

Alimmustofa.com – Menulis mungkin merupakan kegiatan yang berat bagi sebagian orang, meski tiap hari jari kita senantiasa akrab dengan tombol Handphone untuk sekedar chating atau update status di facebook dengan tulisan sapaan ringan kepada teman di media social.(31/1/20)

Tetapi akan terasa berat jika seseorang tersebut dimimta untuk menulis laporan atau berita kegiatan yang dilakukan di lembaga dimana ia bekerja. Jari terasa berat, pikiran tersumbat atau sebagainya. padahal setiap hari udah terbiasa update status.

Akan tetapi tidak demikian dengan Andri Wiwanto Ketua Karang Taruna Kelurahan Bunulrejo Kecamatan Blimbing Kota Malang ini mencoba membentuk komunitas penulis dari karang taruna. Menurut Andri, ada banyak rekan-rekan muda karang taruna yang minat untuk belajar menulis berita atau artiikel.

“Meski kali ini hanya sedikit yang dating, akan tetapi kedepan insyallah akan lebih banyak lagi yang hadir dalam pelatihan menulis. Kelurahan Bunulrejo banyak yang perlu di publikasikan, banyak kerajinan karya warga Bunulrejo yang perlu dikenalkan kepada Publik”, Ungkap Andri.

Hadir sebagai narasumber pelatihan menulis Alim Mustofa pegiat menulis Kota Malang. Rencananya pelatihan menulis akan dilaksanakan beberapa tahap, sampai peserta mampu menulis tingkat dasar.( A-Liem Tan)

Penulis : A-Liem Tan
Editor   : Alim Mustofa

Editor 2 : Andri Wiwanto

Sumber : https://www.alimmustofa.com/2020/01/diskusi-menulis-karang-taruna-bunul-rejo.html

Training Kaderisasi, Pendidikan Organisasi dan Kepemimpinan Tingkat Dasar 1, Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo Kota Malang

Training Kaderisasi

Pendidikan Organisasi dan Kepemimpinan Tingkat Dasar 1

Bunulrejo, 22 Januari 2020

Dalam benak Mbois People di Kelurahan Bunulrejo pasti bertanya, apa sih Karang Taruna itu, sebuah  pertanyaan yang klise ya, sama dengan apa untungnya ikut Karang Taruna… ???

Pertanya-pertanyaan itu juga menjadi pertanyaan pemuda di seluruh indonesia, mengapa ya…

  1. Apakah Karang Taruna itu Cuma kumpul-kumpul waktu menyelenggarakan acara 17 agustus
  2. Dianggap Karang Taruna karena usia SMP/SMA/SMK sampai kamu kaliah atau lulus kuliah atau kami lagi nganggur, terus di info oleh pihak kantor Kelurahan untuk ikut pelatihan di hotel mana atau dinas di Pemkot Malang ???
  3. Atau hal lain ???

Tentu pertanyaan diatas adalah suatu yang relevan bagi anda semua untuk bertanya,

Bahkan akan menjadi pertanyaan bagi Anda semua, apa sih penting organisasi itu..???

 

Menjawab semua hal diatas tentu tidak mudah, tetapi dengan ruang kreatif hari, dengan keterbukaan informasi , era IT dan era 4.0 hari ini, generasi milenial tentu akan mudah membuat suatu hal ekonomi kreatif, iya memang ???

Jawaban adalah dengan organisasi Karang Taruna ini mencoba menciptakan kita membangun kesetiakawanan sosial dan kreativitas.

 

Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa kesetiakawanan sosial dan kreativitas, karena kami Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo telah berusaha membuktikan bisa menggali sebuah kreativitas konsep wisata tematik Bunulrejo dengan dasar sejarah Bunulrejo 1085 tahun (coba buka mbah google)…. pasti itu konsep dari kami Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo yang berusaha membangun sebuah nilai-nilai positif dalam kreativitas.

 

Tentu perjalanan ini tidak mudah, membuat ide kreatif dan mengatualisasikan ide dalam tindakan dan membangun branding dan konsistensi dalam sebuah konsep organisasi sosial. Berdasarkan prespektif yang tentu tidak mudah inilah di tahun ke 3 kepengurusan Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo Periode 2018-2021 untuk menata kaderisasi.

 

Pertanyaan juga, apakah Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo  juga keren, bagus dan profesional dalam mengelola organisasi Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo itu sendiri dan ternyata belum, yang ada masih acak-acakan, tetapi kami Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo mempunyai prinsip bahwa sebuah kreativitas itu harus terus berjalan, bergulir, berkembang dan diteruskan oleh generasi berikutnya.

 

Sehingga training ini menantang anda, yang katanya milenial, jago dil RT/RW atau sekola, kampus anda untuk membuat kelas kecil 5 orang, teman sebaya anda, ayo gabung, gali kreativitas anda disini.

Bunulrejo Butuh Anda semua, bikin bangga Orang Tua Anda dengan kreativitas dan nilai-nilai posiitif

 

Manfaat dan apa yang dibahas dalam Training :

  1. Membuka wacana, pemikiran, minat bakat kamu
  2. Apa itu Karang Taruna
  3. Bagaimana Menata Karir
  4. Mau Jadi Profesional ?
  5. Mau Jadi Entrepreneur ?
  6. Membahas juga Era 4.0 & Ekonomi Kreatif

 

Detail Training ini :

  1. Gratis dan Ilmu yang Mbois (kelas kecil 5 orang, teman sebaya Anda)
  2. Program Pelatihan Rutin dan berjenjang
  3. Untuk Muda-Mudi Di Tiap RT di Bunulrejo
  4. Tingkat SMP (Kumpulkan 5 orang teman satu RT sebaya kamu, jadi 1 kelas)
  5. Tingkat SMA/SMK/MA (Kumpulkan 5 orang teman satu RT sebaya kamu, jadi 1 kelas)
  6. Tingkat Universitas/Lulus SMA/SMK/MA (Kumpulkan 5 orang temansatu RT sebaya kamu, jadi 1 kelas)
  7. pendaftaran sampai 20 Februari 2020
  8. Beberapa Pemateri Terkemuka :
  • Yuke Siswanti, M.Si (Lurah Bunulrejo)
  • Suryono Hadi Elfahmi, SP., MM (Konsultan Bisnis Nasional)
  • Arief Rachman Setiono, MT., IPM., AER (Dosen + Pengusaha)
  • Alfan Imawan, ST (Direktur PT. AMI (Pengusah Bidang Mekatronika)
  • Dan pemateri terkemuka, profesional dibidangnya

 

Nah bagaiman anda..Mbois People harus ikut ya

Semoga training memberikan manfaat bagi mbois people kelurahan Bunulrejo

 

Bunulrejo Mbois

Mbois = Mbonol Is Culture

 

Redaksi : Andri Wiwanto, ST., MM (Ketua Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo)

 

Dibawah ini adalah program Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo

 

Rencana Kerja Karang Taruna kelurahan Bunulrejo

Motto :

Semangat : Saya Datang, Saya Bekerja Kreatif, Saya Sukses

#SetyaKaryaMbois

 

Membangun Kompetensi Dasar

  1. Religiusitas
  2. Intelektualitas
  3. Humanitas

 

Membangun Tradisi

  1. Tradisi Baca
  2. Tradisi Diskusi
  3. Tradisi Tulis

 

Visi

Menjadi Pribadi Bertaqwa, Belajar, Santun dan Berfikir Global Bertindak Lokal

 

Misi

  1. Industri Kreatif Wisata Tematik Bunulrejo Merupakan Rangkaian Utama Gerak Langkah Dalam Mengembangkan Potensi Ekonomi Warga Bunulrejo.
  2. Implementasi Program Kerja Karang Taruna Setya karya Bunulrejo Merupakan Semangat Mengembangkan Potensi Anggota Karang Taruna Setya karya Bunulrejo dalam kerja mengembangkan potensi kepemudaan di wilayah Kelurahan Bunulrejo.
  3. Anggota Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo Mengembangkan Pontesi Entreprenurship dalam kerangka Ekonomi Kreatif.

 

Menjadikan Muda Mudi di Wilayah Kelurahan Bunulrejo :

  1. Punya budi pekerti berkarakter berlandaskan Iman dan Takwa.
  2. Mempunya pemikiran yang kreatif
  3. Mengembangkan diri dalam berbagai lingkup kegiatan yang postif.
  4. Mampu menjadi kader pengembangan potensi lingkungan.

 

Program Kerja Utama :

  1. Fokus Pengembangan Bunulrejo Tourism.
  2. Citizen Journalism.
  3. Training Program
  4. Pengembangan Entreprenurship Kepemudaan.

 

Badan Pengembangan :

  1. Badan Pengembangan Pariwisata
  2. Badan Pengembangan Lingkungan
  3. Badan Ekonomi Kreatif.

 

Kerangka Kerja :

  1. Bidang Pengembangan Lingkungan dan Kreativitas
  • Wakil Ketua 1 sebagai koordinator
  • Mengkordinasi 4 Bidang yang sesuai
  • Semua bidang punya program yang terkorelasi per tahun, menyesuaikan dengan schedule masing-masing bidang, dan realistis dapat dikomunikasikan dengan muda-mudi RW. Karena tujuan kita bersinergi dengan semua pihak.
  1. Bidang Pengembangan Wisata
  • Wakil ketua 2 sebagai koordinator
  • Mengkordinasi 4 Bidang yang sesuai
  • Semua bidang punya program yang terkorelasi per tahun, menyesuaikan dengan schedule masing-masing bidang, dan realistis dapat dikomunikasikan dengan muda-mudi RW. Karena tujuan kita bersinergi dengan semua pihak.

Perencaan Program Kerja Karang Taruna Setya Karya

No. Perencanaan Detail Agenda
1. Penguatan Data Kepemudaan –       Mendata rekan-rekan yang muda menjadi data base yang teringrasi, sehingga penyampaian info terkait kegiatan Pemerinta Kota Malang tersampaikan dengan baik kepada anak muda di kelurahan Bunulrejo–       Mendata potensi minat bakat pemuda.
2. Kaderisasi Kepemudaan –       Mengembangkan konsep pembelajaran secara berkelanjutan, dengan materi-materi mengembangkan kompetensi diri.
3. Program Pengembangan Pariwisata Bunulrejo –       Sejarah Bunulrejo telah berusia 1083 tahun, dengan semangat sejarah yang bisa digali, potensi wisata tematik perlu bersama membuat kreativitas tersebut.–       Potensi pasar Bunulrejo dalam mendukung potensi wisata tematik Bunulrejo, menjadi kredit point sebagai bagian dari sosialisasi pengembangan tersebut.
4. Program Pengembangan Konseling Remaja –        Tantangan kepemudaan yang sangat komplek dalam jaman now ini, perlu konsep pendekatan yang baik bagi lingkup kepemudaan.
5. Program Wirausaha Muda –        Dengan pengembangan kreativitas dan data base kepemudaan rekan-rekan kepemudaan akan kita dorong untuk mengembangan potensi wirausaha.–        Kita mempersiapkan komunitas start up bisnis dalam mendukung konsep wirausaha.
6. Program Peningkatan Kompetensi Kepemudaan –        Merupakan program yang utama dan dasar dalam mengembangkan potensi kepemudaan.–        Menyelenggarakan seminar, training, workshop dan program peningkatan yang lainnya secara berkelanjutan dapat mengembangkan kreativitas kepemudaaan.
7. Program Kesehatan Reproduksi Remaja –       Program terkait dengan bentuk antisipasi dan pembelajaran dan pemahaman pentingnya menjaga reproduksi remaja, dengan menanamkan secara dini konsep yang baik dalam pola pikir rekan-rekan yang muda.
8. Program Anti Narkoba dan Tertib Lalu Lintas –        Kerawanan penyalahgunaan narkoba telah menjadi perhatian serius dari semua pihak, sehingga pendekatan dan kampanye untuk menghindari narkoba dengan kegiatan yang positif–        Tertib Lalu Lintas merupakan sebuah pembentukan karakter bagi generasi muda, sehingga dengan kampanye ini dapat memberikan pemahaman bahwa dengan mentaati lalu lintas dapat memberikan pengaruh terhadap kedisplinan diri.
9. Program Lingkungan –        Mengembangkan konsep pemisahan sampah warga.–        Kampanye kesehatan lingkungan
10. Program Olahraga dan Seni Budaya –        Mengembangkan potensi pemuda dalam bidang olahraga, membantu minat bakat pemuda menjadi atlet olahraga yang terarah.–        Seni Budaya merupakan jadi bagian industri kreatif, sehingga dengan program ini mendorong pendekatan yang tepat dalam mengeangkat potensi kepemudaan.
11. Program Citizen Journalism –        Mengembangkan potensi literasi kepemudaan–        Membangun budaya membaca dan menulis

–        Mengembangkan potensi 1 RW 1 Perpustakaan, dan memaksimalkan Perpustakaan Kantor Kelurahan Bunulrejo.

–        Pengembangan potensi bahasa asing

12. Program Tanggap Bencana –        Bersinergi mengembangkan kepedulian kebencaan, dengan mensinergikan potensi pemuda yang terlibat dalam Tagana (Taruna Tanggap Bencana)
13. Program Pengembangan Potensi Keagamaan –        Membangun sisi religi potensi kepemudaan

 

Demikian konsep pengembangan Karang Taruna Setya Karya Bunurejo, Besar harapan semua pihak stakehorlder di wilayah Kelurahan Bunulrejo dapat memberikan bimbingan kepada kami dalam merealisasikan konsep yang kami rencanakan.

 

Short Course Menulis Kreatif Populer, Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo Kota Malang

Short Course Menulis Kreatif Populer

Bunulrejo. 20 Januari 2020

Short Course ini kami laksanakan untuk melengkapi wacana anda, tentu dengan segudang keahlian anda dalam menggunkan media sosial maka menjadi penting bila anda melengkapi dengan narasi-narasi yang positif dan membangun, ini menjadi salah satu spirit kami Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo melakukan agenda Short Course Menulis Kreatif Populer.

Pemateri yang memberikan materi adalah bapak Alim Mustofa, S.Sos., M.Ap yang sekarang beliau menjadi ketua Bawaslu Kota Malang. Mengapa beliau memberikan materi karena pengalaman sejak masih muda bergelut dengan kepemudaan dan menulis.

 

Sehingga output dari acara ini adalah bagaimana dapat menjadi kreatif dalam menulis terkait profile diri anda, produk UKM anda, dan organisasi anda.

 

Semoga training memberikan manfaat bagi mbois people kelurahan Bunulrejo

 

Bunulrejo Mbois

Mbois = Mbonol Is Culture

 

Redaksi : AW1