Training Kaderisasi, Pendidikan Organisasi dan Kepemimpinan Tingkat Dasar 1, Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo Kota Malang

Training Kaderisasi

Pendidikan Organisasi dan Kepemimpinan Tingkat Dasar 1

Bunulrejo, 22 Januari 2020

Dalam benak Mbois People di Kelurahan Bunulrejo pasti bertanya, apa sih Karang Taruna itu, sebuah  pertanyaan yang klise ya, sama dengan apa untungnya ikut Karang Taruna… ???

Pertanya-pertanyaan itu juga menjadi pertanyaan pemuda di seluruh indonesia, mengapa ya…

  1. Apakah Karang Taruna itu Cuma kumpul-kumpul waktu menyelenggarakan acara 17 agustus
  2. Dianggap Karang Taruna karena usia SMP/SMA/SMK sampai kamu kaliah atau lulus kuliah atau kami lagi nganggur, terus di info oleh pihak kantor Kelurahan untuk ikut pelatihan di hotel mana atau dinas di Pemkot Malang ???
  3. Atau hal lain ???

Tentu pertanyaan diatas adalah suatu yang relevan bagi anda semua untuk bertanya,

Bahkan akan menjadi pertanyaan bagi Anda semua, apa sih penting organisasi itu..???

 

Menjawab semua hal diatas tentu tidak mudah, tetapi dengan ruang kreatif hari, dengan keterbukaan informasi , era IT dan era 4.0 hari ini, generasi milenial tentu akan mudah membuat suatu hal ekonomi kreatif, iya memang ???

Jawaban adalah dengan organisasi Karang Taruna ini mencoba menciptakan kita membangun kesetiakawanan sosial dan kreativitas.

 

Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa kesetiakawanan sosial dan kreativitas, karena kami Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo telah berusaha membuktikan bisa menggali sebuah kreativitas konsep wisata tematik Bunulrejo dengan dasar sejarah Bunulrejo 1085 tahun (coba buka mbah google)…. pasti itu konsep dari kami Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo yang berusaha membangun sebuah nilai-nilai positif dalam kreativitas.

 

Tentu perjalanan ini tidak mudah, membuat ide kreatif dan mengatualisasikan ide dalam tindakan dan membangun branding dan konsistensi dalam sebuah konsep organisasi sosial. Berdasarkan prespektif yang tentu tidak mudah inilah di tahun ke 3 kepengurusan Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo Periode 2018-2021 untuk menata kaderisasi.

 

Pertanyaan juga, apakah Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo  juga keren, bagus dan profesional dalam mengelola organisasi Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo itu sendiri dan ternyata belum, yang ada masih acak-acakan, tetapi kami Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo mempunyai prinsip bahwa sebuah kreativitas itu harus terus berjalan, bergulir, berkembang dan diteruskan oleh generasi berikutnya.

 

Sehingga training ini menantang anda, yang katanya milenial, jago dil RT/RW atau sekola, kampus anda untuk membuat kelas kecil 5 orang, teman sebaya anda, ayo gabung, gali kreativitas anda disini.

Bunulrejo Butuh Anda semua, bikin bangga Orang Tua Anda dengan kreativitas dan nilai-nilai posiitif

 

Manfaat dan apa yang dibahas dalam Training :

  1. Membuka wacana, pemikiran, minat bakat kamu
  2. Apa itu Karang Taruna
  3. Bagaimana Menata Karir
  4. Mau Jadi Profesional ?
  5. Mau Jadi Entrepreneur ?
  6. Membahas juga Era 4.0 & Ekonomi Kreatif

 

Detail Training ini :

  1. Gratis dan Ilmu yang Mbois (kelas kecil 5 orang, teman sebaya Anda)
  2. Program Pelatihan Rutin dan berjenjang
  3. Untuk Muda-Mudi Di Tiap RT di Bunulrejo
  4. Tingkat SMP (Kumpulkan 5 orang teman satu RT sebaya kamu, jadi 1 kelas)
  5. Tingkat SMA/SMK/MA (Kumpulkan 5 orang teman satu RT sebaya kamu, jadi 1 kelas)
  6. Tingkat Universitas/Lulus SMA/SMK/MA (Kumpulkan 5 orang temansatu RT sebaya kamu, jadi 1 kelas)
  7. pendaftaran sampai 20 Februari 2020
  8. Beberapa Pemateri Terkemuka :
  • Yuke Siswanti, M.Si (Lurah Bunulrejo)
  • Suryono Hadi Elfahmi, SP., MM (Konsultan Bisnis Nasional)
  • Arief Rachman Setiono, MT., IPM., AER (Dosen + Pengusaha)
  • Alfan Imawan, ST (Direktur PT. AMI (Pengusah Bidang Mekatronika)
  • Dan pemateri terkemuka, profesional dibidangnya

 

Nah bagaiman anda..Mbois People harus ikut ya

Semoga training memberikan manfaat bagi mbois people kelurahan Bunulrejo

 

Bunulrejo Mbois

Mbois = Mbonol Is Culture

 

Redaksi : Andri Wiwanto, ST., MM (Ketua Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo)

 

Dibawah ini adalah program Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo

 

Rencana Kerja Karang Taruna kelurahan Bunulrejo

Motto :

Semangat : Saya Datang, Saya Bekerja Kreatif, Saya Sukses

#SetyaKaryaMbois

 

Membangun Kompetensi Dasar

  1. Religiusitas
  2. Intelektualitas
  3. Humanitas

 

Membangun Tradisi

  1. Tradisi Baca
  2. Tradisi Diskusi
  3. Tradisi Tulis

 

Visi

Menjadi Pribadi Bertaqwa, Belajar, Santun dan Berfikir Global Bertindak Lokal

 

Misi

  1. Industri Kreatif Wisata Tematik Bunulrejo Merupakan Rangkaian Utama Gerak Langkah Dalam Mengembangkan Potensi Ekonomi Warga Bunulrejo.
  2. Implementasi Program Kerja Karang Taruna Setya karya Bunulrejo Merupakan Semangat Mengembangkan Potensi Anggota Karang Taruna Setya karya Bunulrejo dalam kerja mengembangkan potensi kepemudaan di wilayah Kelurahan Bunulrejo.
  3. Anggota Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo Mengembangkan Pontesi Entreprenurship dalam kerangka Ekonomi Kreatif.

 

Menjadikan Muda Mudi di Wilayah Kelurahan Bunulrejo :

  1. Punya budi pekerti berkarakter berlandaskan Iman dan Takwa.
  2. Mempunya pemikiran yang kreatif
  3. Mengembangkan diri dalam berbagai lingkup kegiatan yang postif.
  4. Mampu menjadi kader pengembangan potensi lingkungan.

 

Program Kerja Utama :

  1. Fokus Pengembangan Bunulrejo Tourism.
  2. Citizen Journalism.
  3. Training Program
  4. Pengembangan Entreprenurship Kepemudaan.

 

Badan Pengembangan :

  1. Badan Pengembangan Pariwisata
  2. Badan Pengembangan Lingkungan
  3. Badan Ekonomi Kreatif.

 

Kerangka Kerja :

  1. Bidang Pengembangan Lingkungan dan Kreativitas
  • Wakil Ketua 1 sebagai koordinator
  • Mengkordinasi 4 Bidang yang sesuai
  • Semua bidang punya program yang terkorelasi per tahun, menyesuaikan dengan schedule masing-masing bidang, dan realistis dapat dikomunikasikan dengan muda-mudi RW. Karena tujuan kita bersinergi dengan semua pihak.
  1. Bidang Pengembangan Wisata
  • Wakil ketua 2 sebagai koordinator
  • Mengkordinasi 4 Bidang yang sesuai
  • Semua bidang punya program yang terkorelasi per tahun, menyesuaikan dengan schedule masing-masing bidang, dan realistis dapat dikomunikasikan dengan muda-mudi RW. Karena tujuan kita bersinergi dengan semua pihak.

Perencaan Program Kerja Karang Taruna Setya Karya

No. Perencanaan Detail Agenda
1. Penguatan Data Kepemudaan –       Mendata rekan-rekan yang muda menjadi data base yang teringrasi, sehingga penyampaian info terkait kegiatan Pemerinta Kota Malang tersampaikan dengan baik kepada anak muda di kelurahan Bunulrejo–       Mendata potensi minat bakat pemuda.
2. Kaderisasi Kepemudaan –       Mengembangkan konsep pembelajaran secara berkelanjutan, dengan materi-materi mengembangkan kompetensi diri.
3. Program Pengembangan Pariwisata Bunulrejo –       Sejarah Bunulrejo telah berusia 1083 tahun, dengan semangat sejarah yang bisa digali, potensi wisata tematik perlu bersama membuat kreativitas tersebut.–       Potensi pasar Bunulrejo dalam mendukung potensi wisata tematik Bunulrejo, menjadi kredit point sebagai bagian dari sosialisasi pengembangan tersebut.
4. Program Pengembangan Konseling Remaja –        Tantangan kepemudaan yang sangat komplek dalam jaman now ini, perlu konsep pendekatan yang baik bagi lingkup kepemudaan.
5. Program Wirausaha Muda –        Dengan pengembangan kreativitas dan data base kepemudaan rekan-rekan kepemudaan akan kita dorong untuk mengembangan potensi wirausaha.–        Kita mempersiapkan komunitas start up bisnis dalam mendukung konsep wirausaha.
6. Program Peningkatan Kompetensi Kepemudaan –        Merupakan program yang utama dan dasar dalam mengembangkan potensi kepemudaan.–        Menyelenggarakan seminar, training, workshop dan program peningkatan yang lainnya secara berkelanjutan dapat mengembangkan kreativitas kepemudaaan.
7. Program Kesehatan Reproduksi Remaja –       Program terkait dengan bentuk antisipasi dan pembelajaran dan pemahaman pentingnya menjaga reproduksi remaja, dengan menanamkan secara dini konsep yang baik dalam pola pikir rekan-rekan yang muda.
8. Program Anti Narkoba dan Tertib Lalu Lintas –        Kerawanan penyalahgunaan narkoba telah menjadi perhatian serius dari semua pihak, sehingga pendekatan dan kampanye untuk menghindari narkoba dengan kegiatan yang positif–        Tertib Lalu Lintas merupakan sebuah pembentukan karakter bagi generasi muda, sehingga dengan kampanye ini dapat memberikan pemahaman bahwa dengan mentaati lalu lintas dapat memberikan pengaruh terhadap kedisplinan diri.
9. Program Lingkungan –        Mengembangkan konsep pemisahan sampah warga.–        Kampanye kesehatan lingkungan
10. Program Olahraga dan Seni Budaya –        Mengembangkan potensi pemuda dalam bidang olahraga, membantu minat bakat pemuda menjadi atlet olahraga yang terarah.–        Seni Budaya merupakan jadi bagian industri kreatif, sehingga dengan program ini mendorong pendekatan yang tepat dalam mengeangkat potensi kepemudaan.
11. Program Citizen Journalism –        Mengembangkan potensi literasi kepemudaan–        Membangun budaya membaca dan menulis

–        Mengembangkan potensi 1 RW 1 Perpustakaan, dan memaksimalkan Perpustakaan Kantor Kelurahan Bunulrejo.

–        Pengembangan potensi bahasa asing

12. Program Tanggap Bencana –        Bersinergi mengembangkan kepedulian kebencaan, dengan mensinergikan potensi pemuda yang terlibat dalam Tagana (Taruna Tanggap Bencana)
13. Program Pengembangan Potensi Keagamaan –        Membangun sisi religi potensi kepemudaan

 

Demikian konsep pengembangan Karang Taruna Setya Karya Bunurejo, Besar harapan semua pihak stakehorlder di wilayah Kelurahan Bunulrejo dapat memberikan bimbingan kepada kami dalam merealisasikan konsep yang kami rencanakan.

 

Short Course Menulis Kreatif Populer, Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo Kota Malang

Short Course Menulis Kreatif Populer

Bunulrejo. 20 Januari 2020

Short Course ini kami laksanakan untuk melengkapi wacana anda, tentu dengan segudang keahlian anda dalam menggunkan media sosial maka menjadi penting bila anda melengkapi dengan narasi-narasi yang positif dan membangun, ini menjadi salah satu spirit kami Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo melakukan agenda Short Course Menulis Kreatif Populer.

Pemateri yang memberikan materi adalah bapak Alim Mustofa, S.Sos., M.Ap yang sekarang beliau menjadi ketua Bawaslu Kota Malang. Mengapa beliau memberikan materi karena pengalaman sejak masih muda bergelut dengan kepemudaan dan menulis.

 

Sehingga output dari acara ini adalah bagaimana dapat menjadi kreatif dalam menulis terkait profile diri anda, produk UKM anda, dan organisasi anda.

 

Semoga training memberikan manfaat bagi mbois people kelurahan Bunulrejo

 

Bunulrejo Mbois

Mbois = Mbonol Is Culture

 

Redaksi : AW1

Ayo Nikmati Kuliner Khas Malang di Kampoeng Kuliner Pring Koening RT 2 RW 13 Bunulrejo, 3rd Event Mbois 12 Januari 2020 (Bunulrejo Tempat Kuliner Enak Malang, Bunulrejo Explore Wisata Culinary)

 

Ayo Nikmati Kuliner Khas Malang di Kampoeng Kuliner Pring Koening RT 2 RW 13 Bunulrejo, 3rd Event Mbois 12 Januari 2020 (Bunulrejo Tempat Kuliner Enak Malang, Bunulrejo Explore Wisata Culinary)

Event yang telah berlangsung ke-3 kali yang dihelat pada tanggal 12 Januari 2020 di hari minggu pagi jam 5.30 Wib sudah mulai agenda Kampoeng Kuliner Pring Koening, memberikan pengalaman menikmati kuliner yang berbeda, mengapa berbeda, karena sepanjang Jl. Sultan Hadiwijaya ini banyak UKM Kuliner Bunulrejo yang menawarkan menu makan dan snack menarik.

Selain menu-menu menarik dan enak diatas, ada hal yang anda harus coba yaitu belanja lah dipasar Bunulrejo, terus habis itu wisata kuliner ke Kampoeng Kuliner Pring Koening , Nah ….mengapa begitu…karena adalah Jl. Sultan hadiwijaya ini berdampingan dengan pasar Bunulrejo, sehingga anda tinggal jalan kaki beberapa meter setelah berbelanja di pasar Bunulrejo.

Menarik sekali bagi anda yang mau wisata ke malang, belanja di Pasar Bunulrejo dan menikmati makanan di Kampoeng Kuliner Pring Koening, pas sudah….selain waktu yang efektif, suasana belanja yang enjoy dipasar Bunulrejo, dilajutkan makan di Kampoeng Kuliner Pring Koening…sebuah Explore Kuliner Bunulrejo..

 

Ayo Mbois People di malang raya (sebutan khas di Bunulrejo) datang ke event Mbois di RT 2 RW 13 Kelurahan Bunulrejo, di Jalan Sultan Hadiwijaya, sebelah barat Pasar Bunulrejo (cari di google pasti ketemu dech)…..

 

Ayo datang pada 12 Januari 2020

pada jam 05.30 sampai 15.00,

di sepanjang jalan Sultan Hadiwijaya RT 02 RW 13 Kelurahan Bunulrejo

Nikmati sajian Kuliner Menarik, Ada lomba Mewarna, Senam, Music

Mbois Ilakes Ker, ayo datang Mbois People, nikmati kuliner yang Kane loop

 

Bunulrejo Mbois
Mbois = Mbonol Is Culture

 

Redaksi :

AW1

HIMBAUAN PEMBAYARAN REKENING LISTRIK TEPAT WAKTU

Disampaikan kepada seluruh warga Kelurahan Bunulrejo untuk dapatnya membayar tagihan rekening listrik tepat waktu setiap bulannya.

Berdasarkan :

  1. Surat dari PLN ULP Kota Malang

2. Surat Edaran Walikota Malang

 

 

 

Pengukuhan Serentak 147 Ketua RT dan 21 Ketua RW Se-Kelurahan Bunulrejo, HUT 1085 Tahun Bunulrejo, Pertama di Kota Malang Tertib Administrasi dan Menuju Pelayanan Publik Kelurahan Yang Baik (Bunulrejo Mbois – Mbonol Is Culture)

Pengukuhan Serentak 147 Ketua RT dan 21 Ketua RW Se-Kelurahan Bunulrejo, HUT 1085 Tahun Bunulrejo, Pertama di Kota Malang Tertib Administrasi dan Menuju Pelayanan Publik Kelurahan Yang Baik (Bunulrejo Mbois – Mbonol Is Culture)

(Bu. Lurah Dra. Yuke Siswanto, M.Si memotong tumpeng HUT 1085 tahun Bunulrejo yang diberikan kepada bpk Camat Blimbing Drs. Muarib, M.Si)

Bunulrejo, 4 Januari 2020

HUT 1085 tahun Bunulrejo pada 4 Januari 2020  mempunyai tema “Menuju Kelurahan Budaya Dengan Semangat Tourism” mempunya arti bahwa semua stakeholder Bunulrejo kedepan akan berkolaborasi bersama mengembangkan budaya Bunulrejo dengan menatap potensi wisata tematik (toursim) Bunulrejo.

(Andri Wiwanto, ST., MM ketua Karang Taruna Setya Kelurahan Karya Bunulrejo menerangkan tema acara HUT 1085 tahun Bunulrejo)

Potensi Bunulrejo tersebut sangat banyak kalau mau digali dan dikembangkan, bila melihat potensi kota Malang tentu semua akan mengarah kepada sebuah potensi tematik daerah, Bunulrejo sangat-sangat besar potensi tersebut, bila membandingkan dengan daerah lain yang sudah bertematik, maka Bunulrejo akan sangat-sangat lebih Mbois.

Refleksi Bunulrejo 1085 Tahun Bunulrejo ini ternyata sudah 2 hal dasar yang sudah dilakukan di 2019 Yaitu :

  1. Menggali Budaya Bunulrejo, dengan Tari Bapang
  2. Produk Budaya, dengan Batik Tulis Bunga Kantil Bunulrejo

Kedua hal diatas merupakan pondasi bagi Bunulrejo, sekarang tinggal bagaimana semua masyarakat dapat bergandengan tangan dalam menggali dan terus mempromosikan potensi wisata tematik Bunulrejo.               

(Foto bersama Drs. Muarib, Msi camat Blimbing, Drs. Payitno, M.Si Kabag Pemerintahan Setda Kota Malang, Dra. Yuke Siswanti, M.Si Lurah Bunulrejo dan seganap ketua RW di Kelurahan Bunulrejo)

Bila masyarakat memahami sebuah branding, tentu mengapa kami Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo memberikan sebuah tagline “Bunulrejo Mbois” dan Mbois = Mbonol Is Culture (Bunulrejo adalah Budaya) merupakan sebuah kreativitas ingin Bunurejo Keren, Maju dan tentu Mbois.

Kembali kepada acara HUT 1085 tahun Bunulrejo di gedung serbaguna kantor kelurahan Bunulrejo yang dimulai jam 19.30 wib yang dihadiri oleh Drs. Prayitno, M.Si selaku Kabag Pemerintah Setda Kota Malang, Camat Blimbing Drs. Muarib, M.Si dan LPPM Universitas Merdeka Malang. HUT 1085 tahun ini telah memberikan sebuah konsep dan ide kreativitas yaitu pengukuhan serentak 147 orang Ketua RT dan 21 orang Ketua RW Se-Kelurahan Bunulrejo. Konsep ide kreatif ini menjadi yang pertama dan harapan kami nantinya Bagian Pemerintahan Setda Kota Malang memberikan rujukan bagi kelurahan yang lain, sehingga pelayanan publik akan lebih baik bagi masyarakat.

(foto  : ketua paguyuban RW bpk. Surya Adi Permono, SE memberikan sambutan)            

(suasana pengukuhan serentak ketua RT dan RW se-kelurahan Bunulrejo)

Ide kreativitas pengukuhan serentak 147 orang Ketua RT dan 21 orang Ketua RW Se-Kelurahan Bunulrejo ini merupakan ide dari Lurah Bunulrejo Dra. Yuke Siswanti, M.Si yang selalu mempunya semangat untuk pengembangan potensi Bunulrejo.

(Drs. Muarib, M.Si camat Blimbing menyampaikan sambutan dalam pengukuhan ketua RT dan RW se-kelurahan Bunulrejo)

(Foto bersama Bpk Sufianto, ST., MT dari LPPM Universitas Merdeka Malang, Bpk. Siswantoro dari Diploma Pariwisata Universitas Merdeka Malang)

Kata akhir dan lanjut dari HUT 1085 tahun Bunulrejo adalah seluruh warga Bunulrejo, ayo kita bersemangat untuk sebuah potensi wisata tematik, kembangkan dan kolaborasi.

Selamat kepada bapak/ibu Ketua RT dan Ketua RW Se-Kelurahan Bunulrejo yang telah dikukuhkan dan kedepan kita bersama menjadikan Mbois Kelurahan Bunulrejo.

 

*Mbois kantil*
Mbonol Is Culture Kanti Lestari

Terjemahan bebas:
*Kelurahan Bunulrejo yang memiliki keistimewaan abadi*

 

Bunulrejo Mbois Kantil
Mbonol Is Culture

 

Redaksi :

Andri Wiwanto, ST., MM., IPM

 

Foto-Foto Menarik :

 

(Drs. Prayitno, M.Si selaku Kabag Pemerintah Setda Kota Malang, Camat Blimbing Drs. Muarib, M.Si dan Bpk. Siswantoro dari Diplom Pariwisata Universitas Merdeka Malang foto bersama pembatik dari Komuntias Batik Tulis Bunga Kantil Bunulrejo)

Semarak Malam HUT 1085 Tahun Bunulrejo, Pelantikan 21 Ketua RW dan 147 Ketua RT Se-Kelurahan Bunulrejo | Bunulrejo Mbois – Mbonol Is Culture

Semarak Malam HUT 1085 Tahun Bunulrejo, Pelantikan 21 Ketua RW dan 147 Ketua RT Se-Kelurahan Bunulrejo

Bunulrejo, 31 Desember 2019

Bunulrejo telah berusia 1085 tahun tentu itu sebuah kebanggaan bagi warga Kelurahan Bunulrejo, menunjukkan sebuah rangkaian cerita sejarah yang menarik sebuah daerah. Bunulrejo dapat disejajarkan dengan beberapa wilayah di Malang Raya yang ditemukan sebuah prasasti yang menunjukkan sebuah cerita massa lampau.

Prespektif ini selama beberapa tahun telah mewarnai bagaimana kami warga Kelurahan Bunulrejo untuk menggali dan berkreativitas dengan akar sejarah Bunulrejo yang telah berusia 1085 tahun pada 4 Januari 2020. Patut berbangga dengan kreativitas generasi muda mengadakan 2 acara Mbois yaitu dengan output yaitu Tari Bapang yang merupakan budaya dan Batik Tulis Bunga Kantil Bunulrejo merupakan produk budaya.

Sebuah pencapaian yang menarik, bagaimana menggali dan membangun sebuah budaya, sehingga bila anda melihat atau mendengar Mbois, Bunulrejo Mbois, itu ada sebuah tujuan, apa itu tujuannya :

Mbois = Mbonol Is Culture

Mbonol = penyebutan Bunulrejo dalam dialek jawa atau malangan

Is Culture = Bahwa itu adalah Budaya

sehingga dapat disimpulkan sebuah Bahwa Kelurahan Bunulrejo adalah Kelurahan Budaya

 

Sejalan dengan spirit Mbois itu, pada tanggal 4 Januari 2020 yang Kelurahan Bunulrejo mengadakan agenda peringatan HUT 1085 tahun Bunulrejo. Setiap moment di Bunulrejo itu harus Mbois, sehingga yang menjadi spesial pada HUT 1085 tahun Bunulrejo adalah :

Pelantikan Serentak 21 orang Ketua RW dan 147 orang Ketua RT se-Kelurahan Bunulrejo

Mengapa serentak, karena massa jabatan juga dimulai tanggal 2 Januari dan berakhir 3 tahun juga bersamaan, sehingga ini yang pertama di Kota Malang. Sebuah tertib administrasi dalam manajemen Kelurahan yang patut diapresiasi dan juga sebuah prosesi pelantikan pada hari jadi Bunulrejo.

Gmn Mbois People, pasti menarik….

*Mbois kantil*

Mbonol Is Culture Kanti Lestari

Terjemahan bebas:
*Kelurahan Bunulrejo yang memiliki keistimewaan abadi*

Bunulrejo Mbois Kantil
Mbonol Is Culture

 

Redaksi :

Andri Wiwanto, ST., MM., IPM

Ketua Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo

Sejarah Kerajaan Kanjuruhan (Daerah Bunulrejo – yang dulu bukan bernama Desa Bunulrejo pada zaman Kerajaan Kanuruhan)

Sejarah Kerajaan Kanjuruhan (Daerah Bunulrejo (yang dulu bukan bernama Desa Bunulrejo pada zaman Kerajaan Kanuruhan)

Sejarah Kerajaan Kanjuruhan, Peninggalan, Pemerintahan, Ciri, Kebudayaan & Ekonomi : : adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu di Jawa Timur, yang pusatnya berada di dekat Kota Malang sekarang. Kanjuruhan berdiri pada abad ke-8 Masehi.

Sejarah Kerajaan Kanjuruhan

Kanjuruhan adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu di Jawa Timur, yang pusatnya berada di dekat Kota Malang sekarang. Kanjuruhan diduga telah berdiri pada abad ke-8 Masehi (masih sezaman dengan Kerajaan Taruma di sekitar Bekasi dan Bogor sekarang). Bukti tertulis mengenai kerajaan ini adalah Prasasti Dinoyo. Rajanya yang terkenal adalah Gajayana. Peninggalan lainnya adalah Candi Badut dan Candi Wurung.

Letak kerajaan kanjuruhan ialah di Jawa Timur dekat dengan kota Malang sekarang, kerajaan Kanjuruhan ini tertulis dalam prasasti Dinaya, yang ditemukan di sebelah barat laut Malang. Jawa Timur, angka tahunnya tertulis dengan Candrasengkala yang berbunyi yaitu: Nayama Vayu Rasa = 682 Caka = 760 M. Isinya menceritakan bahwa pada abad 8 ada kerajaan yang berpusat di Kanjuruhan dengan rajanya yang bernama Dewa Simha. Ia memiliki seorang putra yang bernama Liswa setelah naik tahta dan melalui upacara abhiseka Liswa bernama Gajayana. Liswa ini memiliki putri yang bernama Utteyana yang kawin dengan Janania.


Selama pemerinatahan Gajayana, dikatalam beliau beragam Hindu Siwa, Gajayana mendirikan tempat pemujaan untuk Dewa Agastya, bangunan tersebut sekarang bernama candi badut. Disebutkan pula, semula arca yang terbuat dari kayu cendana, kemudian diganti dengan batu hitam. Peresmiannya dilakukan pada tahun 760, Raja Gajayana hanya mempunyai seorang putri bernama Uttejana ia parktis menjadi pewari tahta Kerajaan Kaling. Kelak bersama suaminya Pangeran Jaananiya, Uttejana akan memimpin Kerajaan Kanjuruhan setelah Gajayana Wafat.


Jaman dahulu, ketika Pulau Jawa diperintah oleh raja-raja yang tersebar di daerah-daerah, seperti Raja Purnawarman memerintah di Kerajaan Tarumanegara; Maharani Shima memerintah di Kerajaan Kalingga (atau “Holing”); dan Raja Sanjaya memerintah di Kerajaan Mataram Kuno, di Jawa Timur terdapat pula sebuah kerajaan yang aman dan makmur.


Kerajaan itu berada di daerah Malang sekarang, di antara Sungai Brantas dan Sungai Metro, di dataran yang sekarang bernama Dinoyo, Merjosari, Tlogomas, dan Ketawanggede di Kecamatan Lowokwaru, Malang. Kerajaan itu bernama Kanjuruhan.


Bagaimana Kerajaan Kanjuruhan itu bisa berada dan berdiri di lembah antara Sungai Brantas dan Kali Metro di lereng sebelah timur Gunung Kawi, yang jauh dari jalur perdagangan pantai atau laut? Kita tentunya ingat bahwa pedalaman Pulau Jawa terkenal dengan daerah agraris, dan di daerah agraris semacam itulah muncul pusat-pusat aktivitas kelompok masyarakat yang berkembang menjadi pusat pemerintahan.


Rupa-rupanya sejak awal abad masehi, agama Hindu dan Buddha yang menyebar di seluruh kepulauan Indonesia bagian barat dan tengah, pada sekitar abad ke VI dan VII M sampai pula di daerah pedalaman Jawa bagian timur, antara lain Malang. Karena Malang-lah kita mendapati bukti-bukti tertua tentang adanya aktivitas pemerintahan kerajaan yang bercorak Hindu di Jawa bagian timur.


Bukti itu adalah prasasti Dinoyo yang ditulis pada tahun Saka 682 (atau kalau dijadikan tahun masehi ditambah 78 tahun, sehingga bertepatan dengan tahun 760 M). Disebutkan seorang raja yang bernama Dewa Singha, memerintah keratonnya yang amat besar yang disucikan oleh api Sang Siwa. Raja Dewa Singha mempunyai putra bernama Liswa, yang setelah memerintah menggantikan ayahnya menjadi raja bergelar Gajayana.


Pada masa pemerintahan Raja Gajayana, Kerajaan Kanjuruhan berkembang pesat, baik pemerintahan, sosial, ekonomi maupun seni budayanya. Dengan sekalian para pembesar negeri dan segenap rakyatnya, Raja Gajayana membuat tempat suci pemujaan yang sangat bagus guna memuliakan Resi Agastya. Sang raja juga menyuruh membuat arca sang Resi Agastya dari batu hitam yang sangat elok, sebagai pengganti arca Resi Agastya yang dibuat dari kayu oleh nenek Raja Gajayana.


Dibawah pemerintahan Raja Gajayana, rakyat merasa aman dan terlindungi. Kekuasaan kerajaan meliputi daerah lereng timur dan barat Gunung Kawi. Ke utara hingga pesisir laut Jawa. Keamanan negeri terjamin. Tidak ada peperangan. Jarang terjadi pencurian dan perampokan, karena raja selalu bertindak tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Dengan demikian rakyat hidup aman, tenteram, dan terhindar dari malapetaka.


Raja Gajayana hanya mempunyai seorang putri, bernama Uttejana, seorang putri pewaris tahta Kerajaan Kanjuruhan. Ketika dewasa, ia dijodohkan dengan seorang pangeran dari Paradeh bernama Pangeran Jananiya. Akhirnya Pangeran Jananiya bersama Permaisuri Uttejana, memerintah kerajaan warisan ayahnya ketika sang Raja Gajayana mangkat.


Seperti para leluhurnya, mereka berdua memerintah dengan penuh keadilan. Rakyat Kanjuruhan semakin mencintai rajanya. Demikianlah, secara turun-temurun Kerajaan Kanjuruhan diperintah oleh raja-raja keturunan Raja Dewa Singha. Semua raja itu terkenal akan kebijaksanaannya, keadilan, serta kemurahan hatinya.


Pada sekitar tahun 847 Masehi, Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah diperintah oleh Sri Maharaja Rakai Pikatan Dyah Saladu, yang terkenal adil dan bijaksana. Dibawah pemerintahannya, Kerajaan Mataram berkembang pesat. Ia disegani oleh raja-raja lain di seluruh Pulau Jawa.


Keinginan untuk memperluas wilayah Kerajaan Mataram Kuno selalu terlaksana, baik melalui penaklukan maupun persahabatan. Kerajaan Mataram Kuno terkenal di seluruh Nusantara, bahkan sampai ke mancanegara. Wilayahnya luas, kekuasaannya besar, tentaranya kuat, dan penduduknya sangat banyak.


Perluasan Kerajaan Mataram Kuno itu sampai pula ke Pulau Jawa bagian timur. Tidak ada bukti atau tanda bahwa terjadi penaklukan dengan peperangan antara Kerajaan Mataram Kuno dengan Kerajaan Kanjuruhan. Ketika Kerajaan Mataram Kuno diperintah oleh Sri Maharaja Rakai Watukura Dyah Balitung, raja Kanjuruhan menyumbangkan sebuah bangunan candi perwara (pengiring) di komplek Candi Prambanan yang dibangun oleh Sri Maharaja Rakai Pikatan tahun 856 M (dulu bernama “Siwa Greha”).


Candi pengiring (perwara) itu ditempatkan pada deretan sebelah timur, tepatnya di sudut tenggara. Kegiatan pembangunan semacam itu merupakan suatu kebiasaan bagi raja-raja daerah kepada pemerintah pusat. Maksudnya agar hubungan kerajaan pusat dan kerajaan di daerah selalu terjalin dan bertambah erat.


Kerajaan Kanjuruhan saat itu praktis di bawah kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno. Walaupun demikian Kerajaan Kanjuruhan tetap memerintah di daerahnya. Hanya setiap tahun harus melapor ke pemerintahan pusat. Di dalam struktur pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno zaman Dyah Balitung, raja Kanjuruhan lebih dikenal dengan sebutan Rakryan Kanuruhan, artinya “Penguasa daerah” di Kanuruhan.


Kanuruhan sendiri rupa-rupanya perubahan bunyi dari Kanjuruhan. Karena sebagai raja daerah, maka kekuasaan seorang raja daerah tidak seluas ketika menjadi kerajaan yang berdiri sendiri seperti ketika didirikan oleh nenek moyangnya dulu. Kekuasaaan raja daerah di Kanuruhan yang dapat diketahui waktu itu adalah daerah di lereng timur Gunung Kawi.

Kekuasaan kerajaan Kanjuruhan

Daerah kekuasaan Rakryan Kanuruhan meliputi watak Kanuruhan. Watak adalah suatu wilayah yang luas, yang membawahi berpuluh-puluh wanua (desa). Jadi kemungkinan daerah Watak itu dapat ditentukan hampir sama atau setingkat dengan kabupaten saat ini. Dengan demikian Watak Kanuruhan membawahi wanua-wanua (desa-desa) yang terhampar seluas lereng sebelah timur Gunung Kawi sampai lereng barat Pegunungan Tengger-Semeru ke selatan hingga pantai selatan Pulau Jawa.


Menurut sumber tertulis berupa prasasti yang ditemukan di sekitar Malang, nama-nama desa (wanua) yang berada di wilayah (watak) Kanuruhan adalah sebagai berikut:


  • Daerah Balingawan (sekarang Desa Mangliawan,Kecamatan Pakis),
  • Daerah Turryan (sekarang Desa Turen, Kecamatan Turen),
  • Daerah Tugaran (sekarang Dukuh Tegaron, Kelurahan Lesanpuro),
  • Daerah Kabalon (sekarang Dukuh Kabalon Cemarakandang),
  • Daerah Panawijyan (sekarang Kelurahan Palowijen, Kecamatan Blimbing),
  • Daerah Bunulrejo (yang dulu bukan bernama Desa Bunulrejo pada zaman Kerajaan Kanuruhan), dan
  • Daerah-daerah di sekitar Malang Barat seperti: Wurandungan (sekarang Dukuh Kelandungan – Landungsari), Karuman, Merjosari, Dinoyo, Ketawanggede, yang di dalam beberapa prasasti disebut-sebut sebagai daerah tempat gugusan kahyangan (bangunan candi) di dalam Watak Kanuruhan.

Jadi wilayah kekuasaan Rakryan Kanuruhan dapat dikatakan mulai dari daerah Landungsari (barat), Palowijen (utara), Pakis (timur), dan Turen (selatan). Istimewanya, selain berkuasa di daerahnya sendiri, pejabat Rakryan Kanuruhan ini juga menduduki jabatan penting dalam pemerintahan Kerajaan Mataram Kuno sejak zaman Raja Balitung, yaitu sebagai pejabat yang mengurusi urusan administrasi kerajaan.


Begitulah sekilas tentang jabatan Rakryan Kanuruhan yang memiliki keistimewaan dapat berperan di dalam struktur pemerintahan kerajaan pusat, yang tidak pernah dilakukan oleh pejabat (Rakryan) yang lainnya, dalam sejarah Kerajaan Mataram Kuno sampai dengan zaman Kerajaan Majapahit.


Pemerintahan kerajaan Kanjuruhan

Puncak Kejayaan

Kerajaan pertama kanjuruhan bernama Dewa Simhadan setelah wafat, tahta kerajaan digantikan oleh putranya yang bernama 0iswa dengan gelar Gajayana,yang memerintah dengan adil. ia mendirikan tempat pemujaan untuk dewa Agastya 760 M dan menyerahkan hadiah berupa tanah dan lembu.


Di bawah pemerintahan Raja Gajayana, Kekuasaan kerajaan meliputi daerah lereng timur dan baray Gunung Kawi. Ke utara hingga pesisir laut Jawa. Keamanan negeri terjamin, tidak ada peperangan, jarang terjadi pencurian dan perampokan, karena raja selalu bertindaj tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Secara turun-temurun Kerajaan Kanjuruhan diperintah oleh raja-raja keturunan raja Dewa Singha, semua raja itu terkenal akan kebijaksanaannya keadilan serta kemurahan hatinya.


Keruntuhan Kerajaan Kanjuruhan,

Pada sekitar tahun 847 Masehi, Kerajaan Mataram Kuno berkembang pesat kekuasaannya sangat besar. Perluasan wilayah Kerajaan Mataram Kuno pun dilaksanakan melalui penaklukan maupun persahabatan. Perluasan Kerajaan Mataram Kuno itu sampai pula ke Pulau Jawa bagian timur, walau tidak ada bukti atau tanda bahwa terjadi penaklukan dengan peperangan antara Kerajaan Mataram Kuno dengan Kerajaan Kanjuruhan.


Kerajaan Kanjuruhan saat itu menjadi dibawah kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno. Walaupun demikian Kerajaan Kanjuruhan tetap memerintah di daerahnya. Adapun raja Kerajaan Kanjuruhan dianggap sebagai raja bawahan dengan gelar Rakai Kanjuruhan.

Keadaan Sosial Budaya, Ekonomi

Keadaan Sosial – Budaya

Rakyatnya sudah kenal tulis menulis dan ilmu perbintangan, menandakan bahwa rakyatnya sudah berkebudayaan maju, rakyatnya pun sangat patuh terhadap peraturan dan ratunya.


Keadaan Ekonomi

Kerajaan Kaling Mata pencaharian penduduknya sebagai besar bertanai, karena wilayah Kaling dikatakan subur untuk segi pertanian. Perekonomian sudah banyak penduduk yang melakukan perdagangan apalagi disebutkan ada hubungan dengan Cina. Berita cina juga menyebutkan bahwa barang yang banyak diperdagangkan ialah emas, perak, cula badak, dan gading gajah.


Peninggalan kerajaan kanjuruhan

  • prasasti dinoyo yang ditemukan di desa merjosari di kawasan kampus III universitas muhammadiyah. berisi tentang masa keemasan dari kerajaan kanjuruhan.

  • prasasti sangguran(batu mito) dari ngandat, Malang, Jawa timur. Berisi tentang peresmian desa sangguran menjadi sima (tanah yang dicagarkan)

prasasti

prasasti sangguran


prasasti 1

Sumber Artikel : https://www.gurupendidikan.co.id/sejarah-kerajaan-kanjuruhan/

Seminar Kajian Pengembangan Wisata Bunulrejo, Revitalisasi Pasar Bunulrejo Berbasis Pasar Wisata dan Pengembangan Kepemudaan Tourism

Bunulrejo, 26 Desember 2019

Mereview sebuah agenda Mbois yang digagas oleh Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo pada Minggu, 25 februari 2018, membangun dengan menggali sebuah culture atau budaya Bunulrejo.

Seminar Kajian Pengembangan Wisata Bunulrejo,

Revitalisasi Pasar Bunulrejo Berbasis Pasar Wisata dan Pengembangan Kepemudaan Tourism

Dalam Rangkaian HUT Ke-1083 Bunulrejo Tahun 2018

Nama Kegiatan

Seminar Kajian Pengembangan Wisata Bunulrejo, Revitalisasi Pasar Bunulrejo Berbasis Pasar Wisata dan Pengembangan Kepemudaan Tourism

 

Latar Belakang

Sejarah asal usul desa pada umumnya dapat digali melalui tinggalan arkeologis dan folklor (cerita rakyat). Berdasarkan “prasasti kanuruhan”, ditulis di belakang sandaran arca “Ganesha” (Dewa berkepala gajah dari pemeluk agama Hindu ) yang putus bagian kepala hingga bahu, yang dahulu berada di halaman rumah Bapak Dasir di Beji Gang Buntu (RT 01 RW XII) Kelurahan Bunulrejo.

Sepanjang yang dapat dibaca pada prasasti ”Kanuruhan” yang berbahasa Jawa kuno dan berhuruf Jawa Kuno tersebut bahwa pada tahun 856 saka bulan Posya Wuku Wukir, Rakryan Kanuruhan Dyah Mungpang memberikan hadiah sebagian tanah di desa yang masuk wilayah kanuruhan kepada penduduk desa yang bernama “BULUL” atas jasa-jasanya terhadap desanya. Nama “BULUL” ini kelak kemudian hari berubah menjadi “BUNUL” dari hasil perubahan bunyi dari konsonan ”l” menjadi “n”, seperti kata : Melur menjadi Menur, Panawijen menjadi Palawijen.

Kelurahan Bunulrejo secara administrative terbentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 15 tahun 1987. Adapun nama bunulrejo sendiri baru ditetapkan pada tahun 1981 oleh Perda Kotamadya Malang. Sebelum itu nama yang dikenal adalah “Bunul “ Menurut Perda Kotamadya Malang No. 4 tahun 1967, desa Bunul masuk dalam Lingkungan VI Kecamatan Blimbing. Lingkungan yang dimaksud merupakan kesatuan desa yang secara administrative membawahi sebuah wilayah sejajar dengan desa-desa tersebut (wilayah desa di dalam kota) jadi dalam hal ini tidak ada kepala desa yang ada hanya “Kepala Lingkungan” Dengan demikian kepala lingkungan statusnya sejajar dengan Kepala Desa.

Demikianlah sejarah singkat terbentuknya kelurahan Bunulrejo yang sekarang ini, secara administratif sejak tahun 1987 Desa Bunul ditetapkan dan berdiri sendiri sebagai Kelurahan Bunulrejo, yang terdiri dari 21 (dua puluh satu) Rukun Warga (RW) dan 146 (seratus empat puluh enam) Rukun Tetangga (RT).

HUT Ke-1083 Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang merupakan sebuah momen mengenang dan penajabaran dari semangat untuk berkreativitas bagi seluruh masyarakat Bunulrejo. Sehingga agenda HUT Ke-1083 Bunulrejo sangat berbeda dalam rangkainnya, agenda-agenda lebih mengedepankan semangat berbagi dan partisipatif seluruh elemen masyarakat Bunulrejo.

Harapan agenda HUT Ke-1083 Kelurahan Bunulrejo besar harapan memberi dampak yang positif dalam membangun semangat kebersamaan dan menelorkan wujud semangat kreativitas, karena yang menjadi garda terdepan acara HUT Ke-1083 Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang ini adalah Karang Taruna Kelurahan Bunulrejo Kota Malang.

Seminar Kajian Pengembangan Wisata Bunulrejo, Revitalisasi Pasar Bunulrejo Berbasis Pasar Wisata dan Pengembangan Kepemudaan Tourism, Dalam Rangkaian HUT Ke-1083 Bunulrejo Tahun 2018, merupakan sebuah inisiasi dari Karang Taruna Setya Karya dalam mengembangkan kreativitas masyarakat di Bunulrejo yang melibatkan seluaruh elemen masyarakat. Sehingga muncul ide yang besar dalam pengembangan kreativitas yang bisa mewadahi semua elemen tersebut dalam tataran pengembangan pariwisata Bunulrejo, dasar pengembangan pariwisata itu sangat kuat dilihat dari akar sejarah Bunulrejo yang diceritakan dalam sebuah batu prasasti yang seakrang bedarada di Musium Mpu Purwa yang berada di area kantor Dinas Pariwisata Kota Malang.

Cerita Sejarah Bunulrejo dibagi 3 fase massa yaitu massa sejarah kerajaan, fase massa islam masuk yang dibuktikan dengan adanya petilasan makam tokoh islam dan fase massa ketiga adalah massa kolonial yang dibuktikan dengan adanya tangsi militer kolonial massa penjajahan. Sehingga dengan kekuatan sejarah Bunulrejo yang panjang tersebut selayaknya digali secara kajian akademis tentang berbagai potensi dari Bunulrejo ini untuk dikembangkan dalam bentuk sebuah destinasi pariwisata tematik.

Dalam mendukung konsep kajian pariwisata tematiknya, juga akan dilakukan kajian tentang pengembangan Pasar Bunulrejo yang terletak dalam poros jalan hamid rusdi akan coba dikembangkan dalam konsep pasar wisata modern. Dalam sudut pandang wilayah Pasar Bunulrejo merupakan sebuah aset dalam mendukung sebuah konsep pariwisata tematik Bunulrejo, sehiingga kajian dengan dukungan akademisi dan pakar terkemu dapat terealiasi dalam dukungan Pemerintah Kota Malang.

Sehingga harapan dari adanya seminar Seminar Kajian Pengembangan Wisata Bunulrejo Dan Revitalisasi Pasar Bunulrejo Berbasis Pasar Wisata, Dalam Rangkaian HUT Ke-1083 Bunulrejo Tahun 2018 ini dapat menjadi awal berjalannya sebuah ide kreatif pariwisata tematik Bunulrejo yang berjalan dan melibatkan semua stakeholder di wilayah Bunulrejo. Sebuah destinasi pariwisata tematik ini akan menumbuhkan sektor ekonomi baru dan memperkuat sendi-sendi ekonomi di wilayah Bunulrejo, dan terdampak luas bagi masyarakat dalam wilayah Bunulrejo dan Kota Malang.

 

Dasar Pelaksanaan

  1. HUT Ke-1083 Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang merupakan agenda Rutin warga Bunulrejo. Sebagai penjabaran mengingat sejarah berdirinya Bunulrejo.
  2. Sebagai perwujudan aspirasi warga dan stakeholder Kelurahan Bunulrejo.
  3. Sejarah Bunulrejo yang merupakan daerah bersejarah yang dibuktikan dengan adanya prasasti yang berada di musium mpu purwa di kantor Dinas Pariwisata Kota Malang.

 

Maksud dan Tujuan Acara

  1. Sejarah Bunulrejo diperingati setiap tanggal 04 januari telah berusia 1083 tahun merupakan modal yang besar bagi sebuah entitas pariwisata untuk diangkat menjadi destinasi wisata tematik di kota malang. Sejarah Bunulrejo dibagi 3 fase massa yaitu massa sejarah kerajaan, fase massa islam masuk yang dibuktikan dengan adanya petilasan makam tokoh islam dan fase massa ketiga adalah massa kolonial yang dibuktikan dengan adanya tangsi militer kolonial massa penjajahan.
  2. Membuat bahan kajian akademis bersama semua stakeholder Kelurahan Bunulrejo dan Kota Malang, sehingga secara teknis kajian tersebuat dapat segara berjalan untuk dikembangkan menjadi sebuah destinasi pariwisata tematik di wilayah Kelurahan Bunulrejo.
  3. Mengembangkan potensi pariwisata lokal dan tematik yang melibatkan potensi seluruh warga bunulrejo.
  4. Mengembangkan potensi Pasar Bunulrejo, menjadi pasar Wisata yang layaknya pasar sukowati di Bali, sehingga intregasi semua potensi di Bunulrejo menjadi penggerak ekonomi.

 

Waktu dan Tempat Acara

08.00 – 13.30 WIB

Minggu, 25 februari 2018

 

Gedung Serbaguna Kantor Kelurahan Bunulrejo

Jl. Hamid Rusdi No.91, Kota Malang

 

Keynote Speach

Moreno Soeprapto, SH

Anggota DPR RI Komisi 3

 

Drs. Wasto. SH., MH

Sekretaris Daerah Kota Malang

 

Agenda Acara

  1. Seminar Kajian Pengembangan Wisata Bunulrejo dan Revitalisasi Pasar Bunulrejo Berbasis Pasar Wisata

Waktu 08.00 – 11.00 WIB

  • Erik Setyo Santoso, ST., MT

Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang

  • Wahyu Setianto, MM

Kepala Dinas Perdagangan Pemerintah Kota Malang

  • Agung H. Buana

Kasie Pemasaran Pariwisata, Dinas Pariwisata Kota Malang

  • Arief R. Setiono, ST., MT., IPM

Pakar Lingkungan

Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Malang

Dosen Jurusan Arsitektur Universitas Islam Negeri (UIN)

  • Dwi Cahyono, M.Hum

Pakar Sejarah Universitas Negeri Malang

  • Bapak Windhu Abiworo

Owner JNE Express Malang

  • Elfiatur Roikhah, SE., MM., Ak., CBV

Program Pascasarjana Universitas Merdeka Malang

  • Bambang Sumarto, ST

Ketua Komisi C DPRD Kota Malang

  • Abdul Munthalib

Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Malang

  1. Pengembangan Kepemudaan Tourism

Waktu 11.00 – 13.30 WIB

  • Elfiatur Roikhah, SE., MM., Ak., CBV

Program Pascasarjana Universitas Merdeka Malang

  • Mohammad Cholili Mukti

Ketua Karang Taruna Kota Malang

 

Perajin Batik Tulis Bunga Kantil Bunulrejo Melakukan Outing Program ke 2 di bulan Desember 2019 dengan Promosi Batik ke Bromo Forest Area Pasuruan

Alhamdulillah Mbois People, Perajin Batik Tulis Bunga Kantil Bunulrejo melakukan Outing Program ke 2 bulan desember dengan promosi batik ke Bromo Forest Area Pasuruan.

(Ibu Lurah Bunulrejo Dra. Yuke Siswanti, M.Si mendamping Perajin Batik Tulis Bunga Kantil Bunulrejo, momen baru sampai di Bromo Forest Area)

Pasuruan, 23 Desember 2019

Perajin Batik Tulis Bunga Kantil Bunulrejo mendapatkan kepercayaan undangan dari manajemen Bromo Forest Area di pasuruan untuk menampilakan perform Batik Tulis Bunga Kantil. Tentu kesempatan yang baik itu kami manfaatkan untuk hadir dan menampilkan karya kami.

Nah apa itu Bromo Forest Area :

Jalur wisata Gunung Bromo yang melewati Pasuruan menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Tak hanya itu, lokasi untuk melihat sunrise terbaik Gunung Bromo juga berada di wilayah Pasuruan. Tak hanya memiliki Gunung Bromo sebagai wisata andalan, berbagai wisata penyangga di sekitar gunung aktif yang menjadi 10 Bali Baru ini juga patut dipertimbangkan.

Salah satu yang terbaru adalah Bromo Forest Area. Wisata alam ini adalah hasil kreatifitas masyarakat setempat. Meski tergolong baru, namun Bromo Forest Area telah menjadi jujugan wisata keluarga. Tempat ini juga kerap disinggahi oleh mereka yang baru pulang dari Bromo.

Terletak di kawasan Hutan Baledono, Tosari, Pasuruan, Bromo Forest Area menawarkan pemandangan hutan plus hawa sejuk. Spot wisata kekinian tersebut juga menjadi tempat menarik untuk kegiatan outdoor seperti outing dan sebagainya. Pasalnya, pengelola menyediakan berbagai wahana yang patut dicoba. Ada Pinus Swing, Air Bike dan Sky Bridge. Yang tak kalah menariknya adalah Air Ballon yang disediakan khusus bagi para pecinta foto selfie.

(sumber berita : https://www.genpi.co/travel/6174/ini-salah-satu-suguhan-wisata-di-sekitar-bromo)

Dalam kesempatan ini kami menyebutnya adalah Outing Program ke 2, mengapa ke 2 karena sebelumnya kami sudah diajak oleh rekan-rekan Kursus Bahasa Inggris Bunulrejo (KBIB) ke ekowisata Boonpring di Sanankerto Turen bertemu dengan pemuda pertukaran dari Australia yang juga belajar membatik kepada kami.

Outing Program Batik Tulis Bunga kantil Bunulrejo ini menjadi sebuah kesempatan yang terus kami kembangkan, karena bertujuan mengenalkan potensi Batik Tulis Bunga Kantil Bunulrejo kepada kalayak lebih luas. Sehingga kesempatan undangan dari manajemen Bromo Forest Area Pasuruan ini merupakan kesempatan kesekian kali yang sduah rutin bagi kami.

Dalam Outing Program Batik Tulis Bunga kantil Bunulrejo ke Bromo Forest Area ini didampingi oleh Ibu Lurah Bunulrejo Dra. Yuke Siswanti, M.Si yang selalu memberikan support bagi pengembangan Batik Tulis Bunga Kantil Bunulrejo.

Tentu kami perajin Batik Tulis Bunga kantil Bunulrejo terus melakukan perbaikan dan belajar menjadikan produk Batik Tulis Bunga kantil Bunulrejo semakin berkualitas dan diterima oleh pasar sebagai produk budaya dan produk ekonomi kreatif.

Batik Bunulrejo
Mau lihat, japri ya

*Mbois kantil*
Mbonol Is Culture Kanti Lestari
Terjemahan bebas:
*Kelurahan Bunulrejo yang memiliki keistimewaan abadi*

Bunulrejo Mbois Kantil
Mbonol Is Culture

 

Redaksi : AW1

Tari Bapang Bunulrejo Tampil di Bulan Bakti Karang Taruna Kota Malang

Tari Bapang Bunulrejo Tampil di Bulan Bakti Karang Taruna Kota Malang

Kota Malang, 22 Desember 2019

Tari Bapang ?

Bapang adalah nama salah satu tokoh dalam dramatari topeng di malang, tokoh ini dikenal dengan sebutan jayasentika. Salah seorang bupati dari kadipaten banjarpatoman. Sebuah kadipaten yang berada di bawah kekuasaan raja klana sewandama.

Dramatari topeng di malang pada umumnya menggunakan repertoar kisah ”panji” atau disebut lakon panji, yaitu sebuah kisah yang menggambarkan perjalanan raden inukertapati atau panji asmarabangun yang berkelana mencari istinya; dewi sekartaji yang hilang.

Seperti halnya dramatari pada umumnya, dramatari topeng di malang dibagi menjadi beberapa adegan atau babak, salah satunya adalah babak mengetengahkan tari bapang, pada umumnya adegan tersebut dikenal sebagai ”selingan” atau penjeda antar adegan. Pada adegan tersebut, bapang tampil diikuti oleh abdi atau pendamping yang bernama demang mones. Pada perkembangannya, adegan selingan tersebut dilepas dari adegan yang lain, kemudian disajikan sebagai tari tunggal.

Bapang adalah salah satu tarian yang menggambakan tokoh berkarakter gagah, yaitu ditandai dengan gerakan tangan yang lebar – merentang kekiri dan kekanan, angkatan kaki salah satu kaki, dan topeng yang memiliki mata yang lebar disebut ”telengan”. Ciri yang khas pada bentuk topeng bapang adalah hidungnya yang panjang.

Sinopsis

Tarian ini menggambakan perjalanan tokoh bernama bapang jayasentika dari kadipaten banjarpatoman yang akan menghadap prabu klana sewandana. Bapang diungkapkan sebagai tokoh yang memiliki kepribadian yang bangga akan sanjungan, yaitu tampak pada sikap dan gerak – gerik yang membusungkan dada dan tangan yang direntangkan, serta penggunaan tenaga pada bagian awal gerakan.

(Disadur dari : http://aifsx.blogspot.com/2017/03/tari-bapang.html)

Mengapa kami Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo bersemangat menggali potensi budaya kelurahan Bunulrejo, bila membaca berita dari acara Flashmob Tari Bapang yang dikuti 1.000 penari dari berbagai usia dapat menggerakkan semangat budaya warga Kelurahan Bunulrejo. Ide agenda ini sudah kami rencakan sejak kami mengadakan seminar kajian potensi wisata Bunulrejo dan Revitalisasi Pasar Bunulrejo menjadi pasar Wisata, pada tanggal 25 Februari 2018

Jadi kami Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo merancang konsep potensi Wisata Bunurejo itu sudah hampir 2 tahun, sehingga agenda Flahmob Tari Bapang

Berita terkait keseruan acara kami :

Yuk Nonton Aksi 1000 Penari di Pasar Bunulrejo

Flashmob Tari Bapang Penuhi Bunulrejo

Flashmob Tari Bapang Malang Ramaikan Bunulrejo

Harapan proses ini kami Karang Taruna Setya Karya Bunulrejo untuk terus berkarya dan memperkuat regenerasi kaderisasi generasi muda di Bunulrejo, karena kami yakin bahwa dengan menggali potensi budaya akan menumbuhkan ekonomi kreatif masyarakat.

Alhamdulilah dari proses aktualisasi budaya ini, kami mendapatkan kepercayaan tampil dibeberapa acara, salah satunya menjadi kehormatan adalah tampilnya Tari Bapang dalam agenda Bulan Bakti Karang Taruna Kota Malang yang dilangsungkan di taman krida budaya kota Malang. Penampilan Tari Bapang ini dilakukakan oleh adik-adik Karang Taruna dari RW 08 Kelurahan Bunulrejo.

Bulan Bakti Karang Taruna Kota Malang yang dihadiri dan dibuka oleh bapak Walikota Malang Drs. H. Sutiaji, dalam sambutanya beliau menyampaikan peran penting pemuda dan mengisi kreativitas dengan pengembangan ekonomi kreatif, beliau juga menyinggu terkait potensi pengembangan ekonomi kreatif di Kelurahan Bunulrejo yang mengadakan 2 acara kreatif.

(bapak Walikota Malang Drs. H. Sutiaji memberikan sambutan)

Bagi kami Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo merupakan kebanggan kami diberikan sebuah apresiasi oleh bapak walikota Malang, tentu dua event awal ini merupakan pondasi dan kami makin berkreativitas ke depannya.

(Andri Wiwanto, ST., MM Ketua Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo berfoto bersama adik-adik Karang Taruna dari RW 08 Kelurahan Bunulrejo yang akan tampil Tari Bapang Bunulrejo)

*Mbois kantil*
Mbonol Is Culture Kanti Lestari

Terjemahan bebas:
*Kelurahan Bunulrejo yang memiliki keistimewaan abadi*

Bunulrejo Mbois Kantil
Mbonol Is Culture

Redaksi : AW1

 

Foto-foto lain :

(Bersama Bapak Camat Blimbing Drs. Muarib, M.Si)

(rekan-rekan Karang Taruna Setya Karya Kelurahan Bunulrejo di Bulan Bakti Karang Taruna Kota Malang)